Bendung Cipero Jebol, DPRD Tegal Ngadu ke Kementerian PU

Bendung Cipero Jebol, DPRD Tegal Ngadu ke Kementerian PU

MENGADU - Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal saat mengadu ke Kementerian PU ihwal rusaknya Bendung Cipero di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Senin (11/5/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com - Kerusakan parah Bendung Cipero akhirnya dibawa langsung ke meja Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pimpinan DPRD Kabupaten Tegal mendatangi kantor Kementerian PU, Senin (11/5/2026), mendesak pemerintah pusat segera turun tangan menyelamatkan ribuan hektare lahan pertanian yang kini terancam gagal tanam akibat bendung jebol diterjang banjir.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H. Wasbun Jauhara Khalim, datang bersama tiga wakil ketua DPRD, yakni Sugono, Rudi Indrayani, dan Agus Solichin. Mereka membawa satu pesan tegas: Bendung Cipero tak bisa lagi menunggu.

Di hadapan pejabat Kementerian PU, Wasbun meminta agar perbaikan darurat segera dilakukan supaya aliran air ke pintu irigasi pertanian kembali berfungsi. 

Menurutnya, kondisi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ribuan petani di Kecamatan Warureja dan Suradadi menggantungkan hidup dari aliran irigasi Bendung Cipero.

“Kalau menunggu 2027, dampaknya terlalu besar. Bukan hanya pertanian lumpuh, tapi ancaman banjir di sepanjang Kali Rambut juga semakin parah,” tegas Wasbun.

Ia mendorong agar perbaikan permanen yang semula direncanakan masuk usulan tahun 2027 bisa dipercepat menjadi pertengahan 2026. Alasannya sederhana namun mendesak: menyangkut nasib ribuan warga dan ketahanan pangan daerah.

Bendung Cipero yang berada di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, diketahui jebol diterjang banjir pada awal Maret 2026 lalu. Sejak saat itu, aliran irigasi utama terputus total. Akibatnya, sekitar 7.643 hektare sawah kehilangan suplai air.

Dampaknya mulai terasa di lapangan. Banyak sawah mengering dan retak-retak saat petani justru bersiap memasuki musim tanam. Kondisi itu memicu keresahan warga karena ancaman gagal panen kini di depan mata.

Sebelumnya, Wasbun juga sempat turun langsung meninjau lokasi bendung pada Rabu (1/4/2026). Saat itu, ia didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tegal serta Kepala UPTD PSDA Wilayah 1 bersama tim teknis.

Di lokasi, rombongan melihat langsung titik jebol bendung yang kini hanya menyisakan aliran air liar tanpa kendali. Saluran irigasi yang biasanya mengairi hamparan sawah pun tampak kering.

“Ini bukan kerusakan biasa. Bendung Cipero adalah urat nadi pertanian di Warureja dan sekitarnya. Kalau lambat ditangani, dampaknya bisa meluas dan mengganggu ketahanan pangan,” ujar Wasbun saat peninjauan kala itu.

Jeritan petani pun terus bermunculan. Mereka berharap pemerintah tidak sekadar datang melihat kondisi lapangan, tetapi benar-benar bergerak cepat melakukan perbaikan sebelum kerugian semakin besar.

Selain mengancam pertanian, kerusakan bendung juga dikhawatirkan memicu banjir di wilayah pemukiman sepanjang aliran Kali Rambut. Karena itu, DPRD Kabupaten Tegal menilai penanganan Bendung Cipero sudah masuk kategori darurat dan tidak bisa lagi ditunda. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait