RSUD Kardinah Peringati Hari Thalassemia Sedunia, Perkuat Peran Keluarga dalam Kepatuhan Terapi

RSUD Kardinah Peringati Hari Thalassemia Sedunia, Perkuat Peran Keluarga dalam Kepatuhan Terapi

EDUKASI -Narasumber yang merupakan Fatchurrozak memberikan edukasi tentang Thalassemia di Aula RSUD Kardinah, Kota Tegal, Rabu (6/5).--

TEGAL, diswayjateng.com - Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia 2026, komunitas Persatuan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Cabang Kota Tegal berkolaborasi dengan RSUD Kardinah Kota Tegal menggelar kegiatan edukatif.

Kegiatan itu dirangkai dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan mendatangkan narasumber Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang Program Studi D3 Keperawatan Tegal menyampaikan soal Thalasemia di Aula RSUD Kardinah, Kota Tegal, Rabu (6/5).

"Kolaborasi dengan berbagai pihak tersebut akan dapat membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Direktur RSUD Kardinah dr Lenny Herlina Herdha Santi.

Kegiatan yang berlangsung di RSUD Kardinah ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Kota Tegal, PPNI Kota Tegal, BPJS Kesehatan Cabang Tegal, tenaga kesehatan RSUD Kardinah, hingga para penyandang thalassemia beserta keluarga mereka.

Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang, Fatchurrozak Himawan menjelaskan, momentum peringatan Hari Thalassemia Sedunia sengaja dimanfaatkan sebagai media pengabdian kepada masyarakat sekaligus ruang kolaborasi antar unsur pelayanan kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang strategis yang mampu menyatukan edukasi, dukungan layanan, dan kolaborasi lintas sektor dalam satu forum bersama,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, tim pengabdian mengangkat tema “Optimalisasi Peran Keluarga dalam Kepatuhan Terapi Thalassemia” melalui pendekatan SEHAT, yaitu Support, Edukasi, Harapan, dan Awareness Tracking.

Menurut Fatchurrozak, tema tersebut selaras dengan tema global Hari Thalassemia Sedunia tahun 2026, yakni “Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosa, Mendukung yang Tak Terlihat”, yang menekankan pentingnya deteksi dini serta dukungan berkelanjutan bagi penyandang thalassemia.

Materi edukasi utama disampaikan oleh dokter spesialis anak RSUD Kardinah, Setyadi, yang menekankan bahwa dukungan keluarga memiliki peran sangat besar dalam keberhasilan terapi jangka panjang pasien thalassemia.

Menurutnya, kepatuhan menjalani transfusi darah secara rutin, konsumsi obat, serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkala menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas hidup sekaligus meningkatkan harapan hidup penyandang thalassemia.

“Peran keluarga bukan sekadar mendampingi, tetapi juga memastikan jadwal transfusi berjalan tepat waktu, obat dikonsumsi teratur, serta mampu mengenali tanda-tanda komplikasi sejak dini,” jelasnya.

Melalui pendekatan SEHAT, keluarga ditempatkan sebagai pusat dukungan utama bagi pasien.

Penguatan komunikasi, termasuk pemanfaatan grup WhatsApp dan media komunikasi digital lainnya, diharapkan mampu membantu keluarga dalam memantau terapi, mengingatkan jadwal pengobatan, serta berbagi informasi terkait kondisi kesehatan pasien.

Selain edukasi, kegiatan juga diisi dengan pemberian bantuan dan apresiasi kepada para penyandang thalassemia yang diserahkan oleh Direktur RSUD Kardinah bersama Kalbe Farma sebagai bentuk dukungan moral bagi pasien dan keluarga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait