Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Capai 40 Persen, Menteri PU Optimistis Rampung Juni 2026
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo Jumat 15 Mei 2026-Umar Dani -
WONOSOBO, diswayjateng.com – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten WONOSOBO terus dikebut. Proyek senilai Rp1,1 triliun tersebut digadang menjadi Sekolah Rakyat terbesar di Jawa Tengah.
Pembangunan SR berdiri di atas lahan seluas 5 hektare dan dikerjakan oleh kontraktor KSO WIKA–WEGE–Apik. Proyek ini mulai dikerjakan sejak November 2025 dengan target penyelesaian selama 240 hari.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengaku puas dengan progres pembangunan SR Wonosobo yang kini telah mencapai sekitar 40 persen.
“Progresnya cukup bagus, sudah mencapai 40 persen,” kata Dody saat meninjau lokasi pembangunan, Jumat (15/5/2026).
Menurut Dody, sempat terjadi kendala pada pekerjaan beton. Namun persoalan tersebut telah berhasil diatasi sehingga pengerjaan proyek kembali berjalan lancar.
“Progres sampai sekarang sudah sekitar 40 persen. Kemarin sedikit masalah di urusan beton, tapi sudah disupport dari mana-mana,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahap awal proyek sempat mengalami keterlambatan akibat persoalan lahan. Meski demikian, saat ini pembangunan terus dipacu agar selesai sesuai target.
“Kalau SR Wonosobo progresnya bagus. Memang di awal sempat sedikit tertinggal karena masalah lahan,” ungkapnya.
Dody menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah yang ditargetkan rampung pada Juni 2026. Karena itu, seluruh pihak diminta bekerja secara gotong royong untuk mempercepat pembangunan.
“Sekolah Rakyat sekarang menjadi program prioritas pemerintah dan sudah masuk masa kritis. Jadi pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak,” tuturnya.
Dalam kunjungannya, Dody tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB usai menunaikan salat Jumat.
Ia tampak meninjau langsung progres pembangunan dan berdialog dengan para pekerja di lapangan.
Sementara itu, Site Operation Manager (SOM) SR Wonosobo, Fedik Y Hutahaean, mengatakan pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 5 hektare dengan total 28 bangunan.
“Total luas di sini 5 hektare, dan nantinya ada 28 bangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



