Kolaborasi Internasional, PDAM Sragen Perluas Layanan Air Bersih Dengan Inovasi

Kamis 30-04-2026,12:26 WIB
Reporter : Mukhtarul Hafidh
Editor : Laela Nurchayati

SRAGEN, diswayjateng.com - Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Perumda Air Minum Tirto Negoro melalui Inovasi "KELANA JENAR TANGEN" (Kerja Sama Luar Negeri Indonesia Belanda untuk Air Minum Di Jenar Tangen) Tahap Dua, menjalin kolaborasi internasional dalam program WaterWorX (WWX) sebagai upaya meningkatkan akses layanan air bersih berkelanjutan bagi masyarakat. 

Program ini merupakan bagian dari kemitraan global yang melibatkan Kementerian Luar Negeri Belanda, perusahaan air minum Belanda, serta mitra lokal di berbagai negara.

Di Sragen, kerja sama dilakukan dengan Oasen NV dan difokuskan pada pengembangan layanan air minum, khususnya di wilayah Kecamatan Jenar dan Tangen.

Disampaikan Direktur PDAM Sragen, Hanindya, pelaksanaan program WaterWorX fase kedua mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari penguatan organisasi dan strategi perusahaan, manajemen aset, produksi dan distribusi air, hingga pengembangan infrastruktur dan teknologi informasi. 

BACA JUGA: Peringati Harlah 92, GP Ansor Jelajahi Sejarah Ulama dengan Gowes Bangkalan-Jombang

BACA JUGA: Pledoi Babay Farid Wazdi di Tipikor Semarang: Bantah Dakwaan Korupsi Kredit Sritex

"Selain itu, peningkatan kapasitas dalam operasi komersial dan manajemen keuangan juga dilakukan guna memastikan keberlanjutan layanan air minum bagi masyarakat" ucapnya.

Salah satu fokus utama dalam program ini adalah Proyek Kerja Pro-Rakyat Miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Program ini bertujuan untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal. 

Kegiatan ini terintegrasi dalam rencana bisnis dan anggaran tahunan Perumda sebagai bagian dari strategi peningkatan jumlah sambungan rumah tangga di wilayah Jenar dan Tangen.

Menurut pihak pelaksana, program ini juga didukung dengan pelatihan manajemen proyek guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. 

“Melalui penguatan kompetensi ini, diharapkan kualitas pelaksanaan pembangunan infrastruktur air dapat memenuhi standar nasional serta berjalan lebih efektif dan efisien,” ungkap Direktur Utama PDAM Sragen, Hanindya.

Adapun target yang ingin dicapai meliputi pembangunan 1.500 sambungan rumah, menjaga tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) di bawah 28 persen, serta memastikan kualitas pekerjaan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di daerah rawan kekeringan dan banjir. Pada musim kemarau panjang, masyarakat yang belum terlayani jaringan air bersih sering kali bergantung pada distribusi air tangki yang terbatas.

Dengan adanya pengembangan jaringan melalui program ini, kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata dan berkelanjutan.

Kategori :