Tak Kerahkan Ribuan Massa, Aksi Simpatik Buruh Kudus Peringati May Day
Kalangan buruh yang terwadahi di DPC KSPSI Kudus peringati Hari Buruh dengan aksi simpatik--
KUDUS, diswayjateng.com- Berbeda dengan aksi di sejumlah kota besar yang diwarnai demonstrasi, kalangan buruh di Kudus memilih mengisi peringatan Hari Buruh dengan aksi damai dan agenda sosial.
Ribuan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kudus, memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Balai Jagong pada Jumat (1/5/2026).
Dalam perayaan tersebut, para pekerja Kota Kretek juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Yakni terkait kebijakan yang dinilai berdampak pada industri rokok dan tenaga kerja. 
Ketua DPC KSPSI Kudus, Andreas Hua menyebut peringatan Hari Buruh tahun ini diisi aksi simpatik--
"Persiapan peringatan May Day di Kudus saat ini telah mencapai sekitar 80 persen," Sekretaris DPC KSPSI Kudus, Muh Makmun.
Selain itu, pihak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) yang dinaungi di bawah DPC KSPI Kudus, juga menyampaikan sejumlah aspirasi.
"Aspirasi itu diantaranya menolak keras rencana penambahan layer atau lapisan cukai baru pada pabrik rokok, khususnya pada segmen Sigaret Kretek Mesin (SKM), seperti disampaikan oleh Menteri Keuangan, " terang Makmun.
Menurut Makmun, kebijakan tersebut dinilai memberi ruang keberlangsungan industri rokok legal. Selain itu, memicu persaingan tidak sehat, serta berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi puluhan ribu buruh linting.
"Penambahan layer cukai baru justru dapat memberikan karpet merah bagi peredaran rokok murah atau rokok ilegal di pasaran, " tegas Makmun.
Jika kondisi tersebut terjadi, kata Makmun, maka industri rokok legal yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja akan semakin tertekan.
“Kita tidak mengadakan demo seperti di kota-kota lain. Justru kita memilih kegiatan bersih-bersih di area Balai Jagong sebagai bagian dari peringatan May Day,” terang Makmun.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dipilih sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan menjaga kebersihan lingkungan yang sebelumnya juga pernah dilakukan bersama Pemkab Kudus.
Selain kegiatan bersih lingkungan, agenda juga akan diawali dengan apel bersama yang melibatkan ratusan pekerja.
Makmun menyebut, ratusan peserta dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pengurus dan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) KSPSI di berbagai perusahaan yang tersebar di Kudus.
"Saat ini terdapat sekitar 49 PUK KSPSI di tingkat perusahaan di Kudus, " Imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: