Gerak Kilat! 9 Titik Jalan Rusak di Semarang Langsung Diperbaiki dalam Sehari, Warga Kini Lebih Aman
Perbaikan jalan rusak di Semarang dilakukan secara cepat dengan metode patching di sembilan titik sekaligus.-dok. Pemkot Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Upaya percepatan perbaikan jalan rusak di Kota Semarang kembali dilakukan secara intensif dengan pola kerja respons cepat yang menitikberatkan pada keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas warga.
Sejumlah ruas yang sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan kini telah ditangani dalam waktu relatif singkat melalui metode perbaikan langsung di lapangan.
Penanganan jalan rusak di Semarang tersebut dilakukan menyusul adanya aduan masyarakat terkait kondisi jalan yang dinilai membahayakan, khususnya di jalur penghubung kawasan permukiman dan akses utama aktivitas warga.
Salah satu ruas yang diperbaiki berada di Jalan Kolonel RW Sugiarto, Kalipancur menuju Gunungpati, yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup signifikan.
Perbaikan jalan rusak melalui metode patching tersebut dilakukan secara serentak di sejumlah titik dalam satu hari kerja, sebagai bagian dari strategi percepatan infrastruktur yang kini dijalankan pemerintah kota.
Total sembilan titik jalan dilaporkan telah diselesaikan dalam waktu bersamaan guna memastikan akses warga kembali aman dilalui.
“Setiap laporan warga langsung ditindaklanjuti dan dijadikan prioritas penanganan. Kami tidak ingin kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama karena berpotensi membahayakan masyarakat,” ujar Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Rabu 29 April 2026.
Pola kerja berbasis respons cepat disebut telah diterapkan untuk memastikan setiap keluhan masyarakat dapat segera diatasi di lapangan.
Dengan sistem tersebut, laporan yang masuk tidak hanya dicatat, tetapi langsung ditindaklanjuti oleh tim teknis melalui survei dan pengerjaan cepat.
Perbaikan yang dilakukan tidak hanya difokuskan pada satu wilayah, melainkan disebar di beberapa titik yang memiliki tingkat urgensi tinggi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Selain perbaikan jalan rusak, penanganan infrastruktur lain juga dilakukan secara paralel, termasuk pengendalian banjir melalui pengerukan sedimen di sejumlah sungai dan saluran air strategis.
Beberapa lokasi yang menjadi fokus di antaranya Sungai Babon, Sungai Tawangmas, serta kawasan Tanjung Mas dan Meteseh.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko genangan yang kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat, sekaligus meningkatkan kapasitas aliran air di wilayah rawan banjir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: