SALATIGA, diswayjateng.com - Guna mencapai target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menekankan sejumlah arahan strategis.
Diantaranya, peningkatan skrining dan deteksi dini di seluruh lapisan masyarakat serta memastikan kepatuhan pengobatan pasien hingga dinyatakan tuntas.
Hal ini disampaikan Wali Kota saat membuka Talkshow dan Skrining Tuberkulosis (TB) di tengah peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Pendopo Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu 15 April 2026.
Sebagai informasi, peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia secara global jatuh pada tanggal 24 Maret. Dan tema nasional tahun ini, yakni "Satu Tuberkulosis: Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis".
BACA JUGA: Pengembangan Tanaman Sorgum di Salatiga, Langkah Strategis Hadapi Tantangan Pangan
BACA JUGA: Mulai Jumat ke-2 Bebas Berkendaraan Bermotor, Ada OPD di Salatiga Tempatkan Sekdin Awasi ASN Jam Masuk Kerja
"Dalam upaya mencapai target Indonesia Bebas Tuberkulosis Tahun 2030, diperlukan juga penguatan edukasi untuk menghilangkan stigma negatif terhadap penderita serta penciptaan lingkungan yang kondusif bagi upaya pencegahan dan pengendalian TB," paparnya.
Robby menekankan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia,
merupakan momentum krusial meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia tingkat Kota Salatiga, sebagai upaya memperkuat langkah nyata dalam memutus rantai penularan di wilayah Kota Salatiga.
Lebih jauh Robby menekankan, peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia, sekaligus momentum masyarakat untuk berkomitmen menanggulangi penyakit Tuberkulosis.
BACA JUGA: Percepat Penurunan Stunting di Salatiga, Nina Adopsi Strategi Pemkab Lamongan
BACA JUGA: Penilaian Adipura Jeblok di TPA, Kota Salatiga Urutan ke-53 dari 420 Seluruh Indonesia
Hal tersebut selaras dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 yang menitikberatkan pada pentingnya sinergi lintas sektor dalam penanggulangan penyakit tersebut.
Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu dan bergerak bersama dalam percepatan eliminasi TB.
"Tuberkulosis masih menjadi permasalahan serius yang tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat," imbuhnya.
Wali Kota menutup arahannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA: Mendikdasmen Prof Dr Abdul Mu'ti di Salatiga, Canangkan Bersepeda ke Sekolah
BACA JUGA: Wakil Wali Kota Salatiga Serukan Penguatan Peran Guru dan Kolaborasi Pendidikan
Ia berharap agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungan bagi semua pihak dalam mewujudkan masyarakat Kota Salatiga yang sehat, sejahtera, dan bebas dari Tuberkulosis.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, melaporkan bahwa kegiatan skrining ini menghadirkan 75 sasaran dengan dukungan fasilitas rontgen mobile.
Meskipun penggunaan alat rontgen dibatasi sesuai protokol keamanan radiasi, ia menegaskan bahwa momen ini menjadi langkah penting untuk mencermati kasus TB yang ada di Kota Salatiga.
"Melalui deteksi cepat ini, diharapkan langkah pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan secara maksimal hingga mencapai target eliminasi pada tahun 2030," terang dr Prasit.