Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia Dibangun di Brebes, Jateng Target Produksi 180.000 Ton Susu

Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia Dibangun di Brebes, Jateng Target Produksi 180.000 Ton Susu

Gubernur Jateng bersama Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda dan perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, di Semarang Kamis (16/4/2026)-Istimewa/ Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com – Provinsi Jawa Tengah bersiap mencatat lompatan besar dalam sektor ketahanan pangan nasional melalui rencana pembangunan peternakan sapi perah terpadu berskala masif di Kabupaten Brebes

Proyek strategis ini digadang-gadang menjadi mega farm sapi perah terbesar di Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Investasi yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB), bagian dari Djarum Group, tersebut diyakini tidak hanya meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Saya sebagai gubernur sangat mendukung. Kita harus support agar Brebes menjadi kabupaten yang berdaya saing,” ujar Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian bersama jajaran GDB di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Jawa Tengah kini menjadi salah satu tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Kondisi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta tenaga kerja yang kompetitif menjadi faktor utama daya tarik tersebut.

Ahmad Luthfi menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan sapi perah. 

“RPJM 2026 kita fokus pada swasembada pangan, termasuk susu. Maka investasi seperti ini sangat strategis,” tegasnya.

Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan proyek ini berpotensi menjadi peternakan sapi perah terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 30.000 ekor. 

Saat ini, peternakan terbesar dalam satu kawasan masih berkisar 20.000 ekor.

Ia menyebut, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen produksi susu nasional. 

Saat ini produksi susu dalam negeri baru sekitar 1 juta ton per tahun, jauh dari kebutuhan nasional yang mencapai 4,7 juta ton.

“Artinya, sekitar 80 persen masih impor. Kehadiran proyek ini akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi meningkatkan posisi Jawa Tengah dalam peta produksi susu nasional. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait