Batang Siapkan Peta Investasi Digital, Tampilan Berbasis GIS

Batang Siapkan Peta Investasi Digital, Tampilan Berbasis GIS

Ilustrasi peta investasi Kabupaten Batang -by gemini ai-

BATANG, diswayjateng.com — Pemerintah Kabupaten BATANG mulai menyusun peta potensi investasi berbasis digital.

Tujuannya memperkuat daya tarik daerah di mata investor, sekaligus membuka akses informasi yang lebih luas, akurat, dan terintegrasi.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang, Margo Santosa, mengatakan penyusunan peta potensi investasi tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026 secara bertahap.

Ia menjelaskan, peta tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menyediakan informasi peluang investasi yang terkini dan terpercaya bagi calon investor.

BACA JUGA: Investasi Chile 50 Juta Dollar di KEK Industropolis Batang, Siap Ekspor Grinding Ball ke 50 Negara

BACA JUGA:Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Batang, 15 ABK Selamat Setelah Terapung 1,5 Jam

“Peta potensi ini untuk menyediakan akses informasi peluang investasi yang terintegrasi dan bisa diakses dengan mudah,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Menurutnya, perkembangan investasi di Batang saat ini menunjukkan tren yang sangat positif, terutama dengan hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Namun demikian, ia menegaskan bahwa potensi investasi Batang tidak hanya terpusat di kawasan industri, melainkan tersebar di berbagai sektor di luar kawasan tersebut.

Sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, peternakan, hingga perkebunan dinilai memiliki peluang besar yang belum tergarap secara optimal.

BACA JUGA: Tilang Elektronik di Batang Viral, IRT Tak Bisa Naik Motor Terima Surat Pelanggaran Lantas

BACA JUGA: Teguh Tarmudjo Pimpin HNSI Batang 2026–2030, Bahas Kampung Nelayan

“Potensi Batang itu tidak hanya di kawasan industri, tapi juga banyak di sektor lain yang luar biasa dan perlu dipromosikan,” katanya.

Melalui peta digital tersebut, pemerintah daerah berupaya “mengangkat” potensi-potensi yang selama ini belum terekspos agar dapat menjadi magnet baru bagi investor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait