Dinilai Rendahkan Marwah Ketua Umum, DPD NasDem Sragen Desak Tempo
Jajaran pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Sragen. (Istimewa)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.com – Gelombang protes terhadap Majalah Tempo terus merembet ke daerah. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Sragen bereaksi keras terkait cover dan narasi majalah tersebut yang dinilai telah melampaui batas etika jurnalistik dan mendesak Tempo minta maaf secara terbuka.
Ketua DPD Partai NasDem Sragen, Tono, menegaskan bahwa apa yang ditampilkan oleh media nasional tersebut bukan lagi sekadar kritik konstruktif.
Baginya, konten tersebut mengandung upaya sistematis untuk meruntuhkan wibawa partai dan pimpinan tertinggi mereka.
BACA JUGA: BPBD Jateng Gerak Cepat Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi hingga Pompanisasi Dikebut
BACA JUGA: Dugaan Pelecehan di Kawasan Industri Batang Disorot DPR RI, Kemnaker Turun Tangan
"Masalah Tempo ini sudah tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal kritik, tapi sudah merendahkan marwah partai dan mendiskreditkan ketua kami, Bapak Surya Paloh," ujar Tono dengan nada masygul saat memberikan keterangan pers.
Tono menilai, narasi yang dibangun dalam laporan utama Majalah Tempo tersebut sangat tidak bermoral.
Menurutnya, ada garis tegas yang ditabrak antara fungsi kontrol pers dengan upaya pembunuhan karakter terhadap tokoh nasional.
Pihaknya melihat ada tendensi negatif yang sengaja diembuskan untuk menyudutkan NasDem di mata publik. Hal inilah yang memicu kemarahan para kader di tingkat akar rumput, khususnya di Bumi Sukowati.
"Kami merasa ada upaya yang tidak sehat dalam membangun opini publik. Menghormati kebebasan pers itu wajib, tapi martabat pemimpin kami juga punya harga diri yang harus dijaga," imbuh Tono.
Melihat situasi yang kian memanas di kalangan internal, DPD NasDem Sragen mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas. Mereka menuntut pertanggungjawaban moral dari redaksi Tempo atas dampak yang ditimbulkan.
Dia Mendesak Tempo untuk segera melayangkan permohonan maaf secara resmi dan terbuka.
Permohonan maaf tersebut harus dialamatkan kepada Ketua Umum Surya Paloh, organisasi Partai NasDem, serta seluruh kader yang tersebar di pelosok Indonesia.
"Kami tegaskan, DPD NasDem Sragen berdiri tegak di belakang Ketua Umum. Kami mendesak Tempo segera meminta maaf. Jangan sampai kebebasan pers digunakan sebagai alat untuk mendiskreditkan pihak lain tanpa dasar yang etis," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: