WFH Jumat di Pemkot Semarang Diterapkan, Penghematan BBM Jadi Fokus Utama

Rabu 01-04-2026,17:30 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat di Pemkot Semarang mulai disesuaikan dengan arahan pemerintah pusat. Langkah tersebut ditujukan sebagai upaya efisiensi, terutama dalam menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). 

 

Dalam penerapannya, WFH Jumat di Pemkot Semarang tidak dimaksudkan sekadar perubahan pola kerja, melainkan diarahkan untuk menghasilkan penghematan anggaran operasional. Pengurangan mobilitas ASN dinilai akan berdampak langsung terhadap konsumsi BBM harian. 

 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dirancang dengan orientasi hasil yang terukur. 

 

“Ini sebenarnya tata cara untuk melakukan penghematan terhadap penggunaan BBM. Jadi outcome-nya ketika kita mengurangi kegiatan di kantor adalah pengurangan BBM,” ujarnya kepada Diswayjateng.id di Balai Kota Semarang, Rabu 1 April 2026. 

 

Meski demikian, ditegaskan bahwa WFH Jumat di Pemkot Semarang tidak diberlakukan secara menyeluruh. Sejumlah layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diwajibkan beroperasi seperti biasa guna menjaga stabilitas pelayanan. 

 

Unit layanan seperti rumah sakit dan pelayanan perizinan disebut tetap harus berjalan penuh. Hal ini dilakukan agar roda pemerintahan tidak terganggu meskipun sebagian ASN menjalankan tugas dari rumah. 

 

“Ada beberapa yang memang tidak boleh WFH, di antaranya rumah sakit, kemudian layanan perizinan dan sebagainya. Harus tetap ada yang dibuka supaya roda pemerintahan tetap berputar di hari Jumat,” jelas Agustina. 

 

Lebih lanjut, penghitungan efisiensi BBM akan dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap dinas diminta menyusun laporan terkait potensi penghematan yang bisa dicapai dari kebijakan tersebut. 

Kategori :