Hari Ulang Tahun Kota Pekalongan, Warga Pasirsari Masih Dikepung Banjir

Hari Ulang Tahun Kota Pekalongan, Warga Pasirsari Masih Dikepung Banjir

Kondisi banjir di Pasirsari, Kota Pekalongan. Kamis (2/4/2026)--Mukhtarom

PEKALONGAN, diswayjateng.comKota Pekalongan genap berusia 120 tahun pada 1 April 2026. Namun, di wilayah pinggiran kota, sebanyak 1.750 kepala keluarga di Dusun Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, masih terendam banjir selama sepekan terakhir.

Banjir terjadi akibat tanggul Sungai Bremi sepanjang 15 meter jebol pada 26 Maret 2026. Hingga kini, air setinggi sekitar 50 sentimeter masih menggenangi permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh. Selain kesulitan beraktivitas sehari-hari, sebagian besar kegiatan ekonomi warga juga terhenti. Banyak warga tidak bisa bekerja dan kehilangan pemasukan.

Warga Keluhkan Minimnya Bantuan dan Lambatnya Penanganan

Lina (32), warga Dusun Pasirsari, berharap Pemerintah Kota Pekalongan lebih serius membenahi tanggul di sepanjang Sungai Bremi agar banjir tidak terus berulang. Ia juga menilai bantuan yang datang masih minim dan lambat.

"Kondisinya sulit sekali, tidak bisa kemana-mana, aktifitas terbatas, sudah seminggu. Mohon (kepada pemkot) diperhatikan lagi warganya di sini, diperbaiki tanggulnya. Sepekan ini belum ada bantuan di sini semua mandiri. Warga tidak bisa kerja aku saja tidak bisa jualan itu," tuturnya, Kamis (2/4/2026).

Keluhan serupa disampaikan Tohari. Ia mengatakan, dalam setahun terakhir, wilayahnya sudah dua kali dilanda banjir.

"Tanggulnya jebol dari Kali Bremi, masyarakat tidak bisa kerja, rumahnya terendam. Harapannya pemerintah segera memperbaiki tanggul biar tidak sering banjir, setahun ini sudah. Dua Kali banjir, bahkan yang pertama banjir sampai 40 hari," terang Tohari.

Penjelasan BPBD: Hujan Lebat Picu Tanggul Jebol

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan banjir dipicu hujan lebat yang menyebabkan Sungai Bremi tidak mampu menampung debit air, hingga tanggul mengalami kerusakan dan akhirnya jebol.

"Banjir sejak 26 Maret pas ada hujan besar, Kali Bremi tidak bisa menampung dan ketambahan air dari Kabupaten Pekalongan akhirnya tanggulnya pertama terkisis dulu setelah itu jebol sepanjang 15 meter. Itu diluar dugaan karena prediksi tidak hujan," kata Budi, Kamis (2/4/2026).

Upaya Penanganan: Tanggul Darurat hingga Penyedotan Air

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Pekalongan telah berupaya menanggulangi banjir dengan membangun tanggul darurat agar air tidak kembali melimpas ke permukiman warga.

"Melalui Dinas PUPR, BPBD dan Pusdataru DPU Provinsi Jateng, kita sediakan 9000 sandbag (karung berisi tanah), 250 kayu, 100 sesek, 100 bambu untuk menyiapkan tanggul sementara," imbuhnya.

Meski tanggul darurat sudah dibangun, genangan air belum juga surut signifikan. Hal ini disebabkan wilayah Pasirsari berada di dataran yang cekung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait