Robby: Pentingnya Kolaborasi Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas
MENYALAMI : Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyalami para Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah kunjungan kerjanya di Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Jumat 22 Mei 2026. Foto :ist--
SALATIGA, diswayjateng.id - Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menekankan kolaborasi antara Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai kekuatan utama dalam sistem keamanan berbasis masyarakat.
Sehingga, ia menilai sangat penting sinergi Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Hal ini disampaikan Robby Hernawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Jumat 22 Mei 2026.
Dalam kunjunga kerja lokalnya, Robby juga menyelipkan isu pengelolaan sampah yahh saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Salatiga.
BACA JUGA: Keren! Mantan Kapolres Salatiga Yimmy Kurniawan Masuk Nominasi 3 Besar Hoegeng Awards 2026
BACA JUGA: Pria Lansia Asal Krandon Tegal Terdampar di Pekalongan, Dijemput Pulang Tiga Pilar Kelurahan
Disampaikan Robby Hernawan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat keamanan lingkungan.
"Kolaborasi antara Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sangat penting sebagai kekuatan utama dalam menjaga keamanan lingkungan," kata Robby.
Selain isu keamanan, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Salatiga.
Wali Kota menyampaikan bahwa 70–80 persen sampah di Kota Salatiga merupakan sampah organik yang mayoritas berasal dari rumah tangga.
BACA JUGA: Lagi Kluyuran di Jam Kerja, 3 ASN Pemkot Salatiga Terjaring Razia BKPSDM
BACA JUGA: Pra Rakor Komwil III APEKSI di Salatiga Bahas Tingginya Ketergantungan Dana Transfer Pusat ke Daerah
Karena itu, ia mengajak semua pihak serius dalam penanganan sampah yang dimulai dari tingkat keluarga melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.
"Sampah organik, dapat diolah menjadi kompos dengan metode biopori. Jika diterapkan secara konsisten oleh masyarakat, langkah sederhana tersebut diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah kota," terangnya.
Sementara, di sektor ketahanan pangan Wali Kota mendorong setiap kelurahan menghadirkan inovasi sesuai potensi wilayah masing-masing guna mendukung terwujudnya Salatiga swasembada pangan.
BACA JUGA: Hingga Minggu Ke-dua Mei 2026 : 2 Kasus DBD di Salatiga, 19 Kasus Lainnya Demam Dengue
BACA JUGA: Dibalut Rapat Paripurna DPRD, Pelantikan PAW Sularman Rencananya Dihadiri Mantan Wawali Salatiga Muh Haris
Salah satu inovasi yang telah berjalan adalah program padi pot, yakni penanaman tiga batang padi dalam satu pot yang telah diuji coba di Kelurahan Mangunsari dan diperkirakan panen dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
Wali Kota menegaskan bahwa setiap kelurahan diberi ruang untuk mengembangkan program ketahanan pangan yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
