Salatiga Bidik Sebagai Sentra Keramik
MENGIKUTI : Sebanyak 30 pelaku UMKM Kota Salatiga mengikuti pelatihan kerajinan Keramik Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Salatiga membidik sebagai sentra keramik yang diperhitungkan menyusul adanya pendampingan dari praktisi yang telah menembus pasar global.
"Sehingga, kualitas produk keramik asal Salatiga akan semakin meningkat," kata Wali Kota Salatiga Robby Hernawan ditengah Pelatihan Kerajinan Keramik di Naruna Space, Senin 4 Mei 2026.
Ada pun peserta pelatihan sebanyak 30 pelaku UMKM Kota Salatiga, dengan 15 peserta di antaranya merupakan anggota Rumah Dilan.
Disampaikan Robby Hernawan, pentingnya kolaborasi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi.
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, DPMPTSP Teroboskan Inovasi MPP Sragen Online
BACA JUGA: Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Rutan Salatiga Bagikangm Gerobak ke Pelaku UMKM
Dengan konsep sistem holding, yakni model kemitraan terintegrasi yang memungkinkan peserta pelatihan menyerap ilmu dari praktisi keramik, sehingga ke depan dapat menjadi bagian dari rantai produksi yang lebih luas.
"Kolaborasi antara UMKM yang sudah mapan dengan pelaku UMKM baru sangat diperlukan. Ke depan, Salatiga diharapkan menjadi pusat keramik yang diperhitungkan," tandasnya.
Melalui sistem holding ini, para peserta pelatihan akan memiliki minat di bidang keramik dapat menyerap ilmu agar mampu mandiri.
BACA JUGA: UMKM Banyak Terkendala Perizinan, Kudus Melobi Pemerintah Pusat Berikan Pendampingan
BACA JUGA: Bodjong Night Market Semarang Diserbu 60 Tenant, Strategi “Waras Ekonomi” Dongkrak UMKM dan Wisata Malam
Sehingga, kedepan terbentuk jejaring produksi. Di mana peserta dapat mengerjakan produk seperti piring, gelas, dan lainnya dengan kualitas yang tetap terjaga.
Dan dengan kegiatan pelatihan Kerajinan Keramik, Robby yakin, menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi antara pelaku usaha yang telah mapan dan pelaku UMKM baru.
Ia mencontohkan keberhasilan sektor batik di Salatiga yang kini telah memiliki identitas kuat dan mampu bersaing dengan daerah lain.
"Melalui kolaborasi antara pengrajin batik, PKK, dan koperasi UMKM, telah tumbuh sentra-sentra batik dengan kualitas yang sangat baik, tidak kalah dengan batik dari Pekalongan maupun Cirebon," ungkapnya.
BACA JUGA: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar di Momentun Kartini 2026
BACA JUGA: LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas, Olah Wastra Nusantara Jadi Busana Modern
Robby juga mendorong Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus bersinergi dengan PKK dalam melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kerajinan berbasis kreativitas.
Bayu memastikan, kerajinan gerabah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi nilai seni maupun ekonomi.
"Sehingga berpeluang menjadi produk unggulan daerah. Dan melalui kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis peserta, mendorong kreativitas dan inovasi desain, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal di pasar," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



