PATI, diswayjateng.com- Deretan kasus warga bunuh diri di Kabupaten Pati terus saja terjadi. Seorang warga Kecamatan Gunungwungkal Pati mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis.
Laki laki yang nekat bunuh diri tersebut adalah Suroto (31). Korban ditemukan tewas di area perkebunan dalam posisi tergantung di pohon cengkeh di Dukuh Brito, Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu Pati.
Tewasnya korban ini semakin menambah deretan panjang kasus bunuh diri di Kabupaten Pati.
Diduga aksi nekat itu, akibat korban tak kuat menghadapi persoalan usai cekcok dengan istrinya. Tewasnya korban membuat geger warga Desa Cabak yang menjadi lokasi bunuh diri.
Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan oleh saksi berinisial D (50). Kala itu, saksi D hendak mencari pakan ternak di lokasi kejadian.
“Sekitar pukul 06.00 WIB saksi melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh menggunakan tali,” ujar Kapolsek Tlogowungu AKP Mujahid mewakili Kapolresta Pati.
Polisi olah TKP atas tewasnya korban akibat bunuh diri--
Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memanggil saksi lain, yakni N (44) dan R (45), yang berada tidak jauh dari lokasi.
Perangkat desa setempat segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas kesehatan, untuk penanganan lebih lanjut.
AKP Mujahid menjelaskan, aparat Polsek Tlogowungu bersama tim medis dari Puskesmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 07.00 WIB.
“Setibanya di lokasi, korban sudah tidak bergerak dengan posisi masih tergantung dan jarak kaki dengan tanah hanya sekitar beberapa sentimeter,” jelasnya.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor milik korban yang terparkir di jalan kebun.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan area guna kepentingan penyelidikan.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis, ditemukan adanya bekas jeratan di leher korban serta tanda-tanda yang mengarah pada peristiwa gantung diri,” ungkap AKP Mujahid.
Pihak kepolisian juga menggali keterangan dari keluarga korban. Diduga sebelum kejadian, korban mengalami permasalahan rumah tangga yang memicu pertengkaran dengan istrinya.
“Informasi dari keluarga, korban sebelumnya terlibat cekcok dengan istrinya yang diduga berkaitan dengan persoalan pribadi,” terang AKP Mujahid.