JEPARA, diswayjateng.com - Proses larung kerbau bule dalam rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026 berlangsung meriah. Tradisi yang dilakukan sepekan usai Lebaran ini, berlangsung di perairan Jobokuto Jepara.
Ribuan warga dari Jepara dan warga luar daerah, antusias mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau ke laut dengan menumpang kapal.
Tak hanya itu, sejumlah wisatawan mancanegara dan Kapal Perang Pulau Menjangan ikut mengawal perhelatan tradisi rakyat itu.
Larung kepala kerbau yang dilanjutkan dengan Festival Kupat Lepet ini, menjadi puncak rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara tahun ini.
Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto hingga perairan sekitar.
Puluhan kapal nelayan dipenuhi warga yang tertarik mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau bule ke tengah laut.
Tradisi ini menjadi kegiatan yang paling dinanti masyarakat Jepara dalam perayaan tahunan tersebut.
Proses larung kerbau bule dalam rangkaian Pesta Lomban Syawalan Jepara 2026 berlangsung meriah. --
Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wabup M Ibnu Hajar dan Forkompinda Jepara serta sejumlah anggota DPR RI dan DRPD Jateng, ikut berbaur dengan warga mengikuti prosesi larungan kepala kerbau ini.
Suasana kian meriah saat miniatur kapal berisi kepala kerbau dan piranti sesajen hendak diturunkan ke tengah laut.
Sejumlah warga hendak berebut kepala kerbau itu. Untung saja, aksi sigap aparat gabungan berhasil meredamnya.
Namun saat miniatur kapal kepala kerbau itu sudah benar-benar dilarung, warga langsung menceburkan diri ke laut. Mereka berebut kepala kerbau itu.
Salah satu bule yang ikut memeriahkan tradisi Lomban Syawalan Jepara adalah Maria Gracya Ina. Bule asal Jerman ini sengaja datang bersama suaminya Lido, menyaksikan tradisi turun temurun warga pesisir Jepara ini.
"Menarik sekali tradisi sedekah laut ini. Karena di era modern, tapi tradisi budaya seperti masih hidup dan lestari. Ini saya juga ikut memposting kemeriahan tradisi ini lewat media sosial," kata bule asal Jerman ini dengan bahasa Indonesia.
Tak hanya itu, salah satu wisatawan asal Jakarta, Rita (35), juga mengaku sengaja datang bersama keluarganya. Ia menikmati wisata bahari Karimunjawa dan juga tradisi budaya khas Jepara.