Tradisi Larung Kepala Kerbau di Laut Jepara, Dikawal Kapal Perang dan Kapal Nelayan

Senin 30-03-2026,15:30 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Laela Nurchayati

“Beberapa kali ke Jepara, mas. Tapi ini kali pertama setelah Lebaran. Ternyata banyak tradisi budaya di sini. Saya jadi antusias juga menontonnya, seru banget sih,” tuturnya.

Rita juga mengaku berencana kembali lagi tahun depan ke Jepara. Ia ingin menyaksikan kemeriahan yang sama.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan prosesi Larungan Kepala Kerbau merupakan bagian penting dari rangkaian Pesta Lomban yang sarat makna.

Witiarso menilai, rangkaian Lomban Syawalan Jepara 2026 berjalan lancar. Prosesi ini menjadi ungkapan rasa syukur, dan harapan, agar laut tetap memberikan keberkahan, keselamatan, serta hasil yang melimpah bagi masyarakat Jepara, khususnya para nelayan.

Ia menambahkan, tradisi ini telah berlangsung sejak lama. Bahkan lebih dari satu abad dan menjadi kekayaan budaya yang tidak hanya memiliki nilai spiritual saja. Namun juga memperkuat kebersamaan serta identitas masyarakat pesisir Jepara.

“Semoga kegiatan ini menjadi keberkahan bagi kita semua, khususnya masyarakat Jepara,” pungkasnya.

Tahun depan, pihaknya berencana menjadikan tradisi Lomban Syawalan Jepara lebih menarik. Rencananya, di sepanjang TPI Ujungbatu digelar sejumlah atraksi air. Acara ini untuk menghibur warga yang tidak ikut melarung kepala kerbau ke tengah laut. 

Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan lagi kapal perang TNI AL untuk ikut menyemarakkan tradisi budaya ini.

"Bule-bule asing juga akan kita ajak. Tradisi budaya khas Jepara ini juga layak diangkat agar lebih mendunia. Ini juga bagian komitmen kita nguri-nguri budaya tradisi Jepara," tandasnya.

Prosesi larungan ini menjadi rangkaian Pesta Lomban yang setiap tahunnya selalu menarik perhatian wisatawan dan menjadi daya tarik budaya unggulan Kabupaten Jepara.

Kategori :