Secara historis, jembatan gantung tersebut dibangun sekitar tahun 1991 dan pernah mengalami kejadian serupa pada 1993 sebelum akhirnya diperbaiki. Peristiwa kali ini menjadi yang kedua, namun dampaknya dirasakan jauh lebih berat karena jumlah penduduk dan aktivitas yang semakin meningkat.
Kini, warga hanya bisa menunggu di antara lumpur jalan yang belum selesai dan jembatan yang terkulai. Harapan mereka sederhana: akses kembali terbuka, kehidupan kembali berjalan.
“Yang kami butuhkan sekarang hanya satu, jembatan itu bisa dipakai lagi. Supaya kami bisa hidup normal seperti biasa,” pungkas Fakih, lirih.