Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Gelar Aksi Tolak Kekerasan Seksual, Desak Dosen Terduga Ditindak

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Gelar Aksi Tolak Kekerasan Seksual, Desak Dosen Terduga Ditindak

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang gelar aksi "Tolak Kekerasan Seksual" atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen ke mahasiswa, di Landmark ,Kampus 3 UIN Walisongo di Jalan Prof. Dr. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang Senin (11/5/2026).-Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com — Sejumlah mahasiswa UIN Walisongo SEMARANG menggelar aksi keprihatinan terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang mencuat di lingkungan kampus. 

Aksi yang berlangsung di Landmark Kampus 3 UIN Walisongo itu diwarnai pembentangan poster bertuliskan “Tolak Kekerasan Seksual” sebagai bentuk desakan agar kampus serius menangani persoalan tersebut.

Kegiatan yang dikemas dalam dialog publik dan mimbar bebas itu diikuti aktivis mahasiswa serta akademisi yang prihatin terhadap dugaan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. 

Kampus 3 UIN Walisongo di Jalan Prof. Dr. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang menjadi titik kumpul mahasiswa untuk menyuarakan tuntutan perlindungan terhadap korban dan penegakan aturan di lingkungan akademik.

Koordinator Eksospol Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo (KSMW), Farid Muhammad, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penolakan mahasiswa terhadap segala bentuk kekerasan seksual di kampus sekaligus dorongan agar pihak universitas bertindak lebih serius menangani kasus yang berkembang.

Menurut Farid, hingga kini korban belum melapor secara resmi kepada pihak kampus maupun Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) karena diduga masih mengalami trauma dan tekanan psikologis akibat komentar negatif di media sosial.

“Korban belum melapor karena ada tekanan trauma dan komentar-komentar yang menyudutkan korban di media sosial,” katanya, Senin (11/5/2026).

Meski belum ada laporan resmi, mahasiswa mengaku sosok terduga pelaku telah teridentifikasi melalui pesan yang beredar di media sosial. 

Terduga disebut merupakan seorang dosen di salah satu fakultas dengan inisial Z.

“Kami belum bisa menyatakan dia pelaku, masih terduga. Tetapi identifikasi itu sudah muncul dari mahasiswa dan alumni,” ujarnya.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak kampus memperkuat keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik.

Mereka juga meminta Wakil Rektor III serta PSGA melakukan mitigasi dan penanganan lebih serius terhadap kasus kekerasan seksual.

Farid menyebut dugaan perilaku serupa sebenarnya sudah lama menjadi isu di lingkungan kampus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mahasiswa, isu tersebut disebut telah muncul sejak 2008 namun dinilai belum pernah ditangani secara tegas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait