Dinsos Tegal Verifikasi Ulang 267.243 KPM Penerima Bantuan Sosial
VERIVIKASI - Plt Kabid Linjamsos dan Kebencanaan menegaskan verifikasi penerima bansos melalui program Digitalisasi Bansos.--
SLAWI, diswayjateng.com - Diberlakukannya piloting bantuan sosial (Bansos) Digital di Kabupaten Tegal, disikapi Dinas Sosial (Dinsos) dengan melakukan verifikasi ulang kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Tri Guntoro melalui Plt Kabid Perlindungan Jaminan Sosial dan Kebencanaan, Makmur menyatakan bahwa Kabupaten Tegal ditunjuk menjadi salah satu kabupaten yang menjadi pilot project bansos berbasis digital.
"Hal ini mengharuskan semua calon penerima bansos datanya akan disinkronisasi dan harus terkoneksi dengan data digital yang ada, terutama dengan Identias Kependudukan Digital (IKD)," ujarnya Senin (11/5).
Pihaknya menyebut saat ini tercatat ada sekitat 267.243 calon keluarga penerima manfaat bantuan sosial yang akan diverifikasi melalui program digitalisasi bansos.
"Mereka yang lolos verifikasi nantinya berhak menerima bansos baik dari program PKH maupun program Sembako dari Kemensos," cetusnya.
Ditegaskan dengan piloting tersebut pihaknya menyediakan agen pendampjng dengan rasio untuk 1 agen pendampng banding 170 KPM.
"Agen pendamping tersebut bertugas mendampingi perekaman calon penerima manfaat dan sekaligus melakukan pendataan bagi calon pererima bantuan sosial," ungkapnya.
Makmur menyebut tujuan dari digitalisasi bansos untuk mewujudkan layanan tepat sasaran, transparan, dan terintegrasi.
Dimana untuk wilayah Jawa Tengah, saat ini program piloting Bansos Digital ditunjuk Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas.
Pihaknya menghimbau kepada 267.243 KPM calon penerima bantuan sosial agar wajib mengurus IKD dengan bantuan agen perlindungan sosial, agar tahun ini bisa kembali menerima bantuan sosial dari Kemensos.
Terlepas dari program digitalisasi bansos, untuk menyemarakkan rangkain HUT Kabupaten Tegal ke 425, pihaknya juga berencana menggelar bakti sosial dengan dukungan Kemnsos melalui Sentra Satria Baturaden.
"Rangkaian bakti sosial sesuai rencana berupa operasi katarak, pemberian alat bantu disabilitas, bantuan kewirausahaan, khitanan massal, bantuan pendidikan, bantuan perlengkapan sekolah dan sarana kamar, sarana dapur, perlengkapan kebersihan diri, paket nutrisi, cek kesehatan gratis, pembebasan pasung, penguatan bagi eks penyandang kusta, hingga penguatan LKS," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


