SaDeSa Tak Dibeda-bedakan, IBN Tegal Pastikan Mahasiswa Dapat Hak yang Sama

SaDeSa Tak Dibeda-bedakan, IBN Tegal Pastikan Mahasiswa Dapat Hak yang Sama

SADESA - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meluncurkan program Sadesa.--

SLAWI, diswayjateng.com - Program beasiswa SaDeSa (Satu Desa Satu Sarjana) di Kabupaten Tegal terus menunjukkan dampak positif bagi dunia pendidikan. Di tengah proses pencairan anggaran yang masih berjalan, mahasiswa penerima beasiswa tetap diperlakukan setara dengan mahasiswa reguler lainnya.

Rektor Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal, Dr. H. Saepudin menegaskan, pihak kampus tidak pernah membedakan mahasiswa program SaDeSa dengan mahasiswa mandiri. Semua hak akademik maupun non akademik diberikan secara sama rata.

“Perkuliahan tetap reguler. Disamaratakan dengan mahasiswa non beasiswa. Semua punya hak yang sama, baik hak sebagai mahasiswa, hak mendapatkan bimbingan dosen akademik, dosen wali, hingga dukungan sistem informasi teknologi,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, meskipun pencairan dana dari APBD Kabupaten Tegal membutuhkan proses administrasi, hal itu tidak memengaruhi pelayanan kampus terhadap mahasiswa penerima beasiswa.

Program SaDeSa sendiri memang diprioritaskan bagi calon mahasiswa berprestasi, baik akademik maupun non akademik, seperti olahraga, seni, budaya dan bidang lainnya. Selain itu, program ini juga menyasar warga kurang mampu yang memiliki kemampuan belajar baik dengan nilai rapor dan ujian yang memadai.

Selama dua semester berjalan, mahasiswa penerima SaDeSa di IBN Tegal dinilai mampu mengikuti perkuliahan dengan baik.

Saat ini, IBN Tegal memiliki delapan program studi. Namun, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi jurusan paling diminati mahasiswa SaDeSa.

“Memang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi primadona. Tapi mahasiswa SaDeSa juga tersebar di prodi lain, jadi tidak menumpuk di satu jurusan saja,” kata Saepudin.

Jumlah mahasiswa SaDeSa di IBN Tegal mencapai 75 orang. Pihak kampus berharap program unggulan Pemkab Tegal tersebut bisa terus dilanjutkan setiap tahun.

“Kami berharap program SaDeSa tetap ada setiap tahun. Mungkin jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya, tapi kalau bisa tetap diprogramkan karena manfaatnya sangat besar,” cetusnya.

Saepudin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tegal karena program tersebut membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut dia, proses pencairan dana yang kini tengah berjalan menjadi energi penting bagi keberlangsungan operasional kampus dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Pencairan ini penting untuk mendukung operasional dan peningkatan kualitas kampus. Tidak hanya akademik, tapi juga pengembangan budaya, seni, pengabdian masyarakat, KKN dan kegiatan non akademik lainnya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait