Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Indonesia Kehilangan Ikon Bisnis Visioner

Jumat 20-03-2026,17:00 WIB
Reporter : Arief Pramono
Editor : Wawan Setiawan

Kepergian Michael Bambang Hartono tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan kerabat.

Tetapi juga bagi dunia bisnis Indonesia yang telah lama mengenalnya sebagai sosok visioner dan berdedikasi tinggi.

Warisan pemikiran serta nilai-nilai yang ditinggalkannya diyakini akan terus memberi pengaruh bagi perkembangan ekonomi nasional di masa mendatang.

Berikut rencana perjalanan almarhum dari Singapura ke rumah duka di Jakarta, sebelum disemayamkan di GOR Djarum Jati Kudus dan dikebumikan di makam keluarga di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Pada tanggal 20 Maret – 22 Maret 2026, almarhum disemayamkan di Grand Heaven di ruang 103–105 dan 107–108

Selanjutnya, jenazah akan disemayamkan kembali pada 22 Maret – 25 Maret 2026 di GOR Jati Kudus

Adapun rangkaian misa dan upacara sebagai berikut yakni Misa Tutup Peti.20 Maret 2026, pukul 19.00 WIB bertempat di Grand Heaven Jakarta

Kemudian Misa Malam pada 24 Maret 2026, pukul 18.00 WIB di GOR Jati, Kudus. Untuk Misa Pelepasan: 25 Maret 2026 pukul 08.00 WIB

Pemberangkatan jenazah dari GOR: 25 Maret 2026, pukul 09.00 WIB. Dilanjutkan upacara prosesi pemakaman pukul 10.40 WIB di malam keluarga di Desa Godo Kabupaten Rembang. 

Profil Michael Bambang Hartono

Lantas seperti apa profil Michael Bambang Hartono? Berikut ulasannya dirangkum dari berbagai sumber.

Michael Bambang Hartono merupakan pengusaha asal Indonesia yang lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Ia terlahir dengan nama Oei Hwie Siang.

Ia merupakan putra Oei Wie Gwan, pengusaha yang membeli pabrik rokok kecil bernama Djarum Gramophon pada 1951 dan kemudian mengubahnya menjadi Djarum.

Peristiwa tersebut menjadi titik penting dalam hidupnya. Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan bisnis keluarga yang saat itu menghadapi tekanan besar.

Termasuk kebakaran pabrik produksi yang mengganggu operasional perusahaan. Dalam fase tersebut, Hartono bersaudara mulai menata ulang bisnis Djarum, melakukan modernisasi produksi serta memperluas pasar.

Seiring pertumbuhan industri rokok kretek nasional, Djarum berkembang pesat pada dekade 1970-an. Perusahaan mulai memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

Kategori :