SALATIGA, diswayjateng.com - Cuaca ekstrem sejak Minggu 15 Maret 2026 siang hingga Senin 16 Maret 2026 dini hari, menyebabkan sejumlah rumah rusak, pohon tumbang hingga talud ambrol hampir di 20 titik di Kota Salatiga.
Laporan Assessment dan Penanganan akibat cuaca ekstrem BPBD Kota Salatiga mencatat, kerusakan rata-rata atap rumah warga yang jebol, pohon tumbang hingga tanggul atau tembok yang jebol.
Kepala BPBD Kota Salatiga Sutarto saat dikonfirmasi mengatakan, hingga tengah malam tadi jajarannya masih melakukan upaya evakuasi sejumlah pohon tumbang serta membantu warga memperbaiki atap rumah yang ambrol akibat terpaan angin kencang disertai hujan dengan intensitas sangat tinggi hingga berjam-jam lamanya.
"Terdapat 17 titik kerusakan baik pohon tumbang hingga rumah rusak tersebar hampir di seluruh wilayah di Salatiga," ungkap Sutarto.
17 titik itu di antaranya, di Kelurahan Blotongan terdapat talud longsor tepatnya di Jalan Dliko Sari, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2026 di Terminal Tingkir Salatiga Diprediksi Naik 20 Persen
BACA JUGA: Reses di Reban, DPRD Batang Kukuh Fajar: Banyak Infrastruktur Rusak Terkena Bencana
Talud yang longsor sepanjang 8m dengan lebar 2m dan tinggi 4m.
"Kerugian diperkirakan Rp.16.000.000 dan butuh penanganan segera agar longsor tidak semakin meluas," ungkapnya.
Sedangkan di Kelurahan Sidorejo Lor, terdapat dua titik pohon tumbang. Masing-masing depan Korem 073 Makutarama Jalan Diponegoro No.38, Sidorejo Lor, Kecamatan. Sidorejo Kota Salatiga berupa pohon Ketapang berdiameter 80cm dengan Panjang 15m dan palm berdiameter 20cm dengan panjang 7m milik Korem 073 Makutarama mengakibatkan pagar rubuh, terputusnya kabel PJU trotoar, kabel telephone, dan menutup akses jalan.
Saat ini, material potongan sudah diamankan oleh DLH Kota Salatiga dengan prakiraan kerugian Rp.7.000.000.
Selain itu, ada juga depan Perhutani Jalan Yos Sudarso, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga berupa pohon angsana berdiameter 30cm dengan panjang 9m milik mengakibatkan menutup akses jalan raya.
BACA JUGA: Tinjau Korban Bencana Angin Puting Beliung, Bupati Semarang Serahkan Bantuan
BACA JUGA: Rakor Mitigasi Bencana, Pemkab Tekankan Normalisasi dan Percepatan Penanganan
Ada juga di Kelurahan Salatiga, Kelurahan Bugel, dan Kelurahan Kauman Kidul. Seluruh kejadian pohon tumbang beragam jenis
"Sebagian besar menyebabkan akses jalan tertutup, hingga menimpa pagar dan atap rumah warga," ujarnya.
Ada juga karena angin kencang, atap galvalum terbang berukuran lebar, atap rumah asbes rubuh, talud longsor sepanjang longsor, hingga tembok rubuh.
"Adanya kejadian tanah longsor, atap rumah rubuh dan terbang, hingga pohon tumbang di beberapa titik wilayah Kota Salatiga kami telah menindaklanjuti dengan melakukan Assessment dan penanganan di beberapa titik lokasi," imbuhnya.
BPBD Kota Salatiga, diakui Sutarto, telah secara massif mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem saat ini. Selain itu, pihaknya berkala melakukan pemangkasan dahan pohon.