Pertunjukan Samsi Warnai Puncak Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Salatiga

Pertunjukan Samsi Warnai Puncak Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Salatiga

PERTUNJUKAN : Pertunjukan Samsi atau Barongsai mewarnai perayaan perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Salatiga. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Puncak perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Salatiga yang merupakan tradisi budaya masyarakat Tionghoa diwarnai pertunjukan Samsi atau Barongsai yang menjadi ciri khas. 


Perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momentum memperluas nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

"Momentum ini mengajarkan nilai optimisme, persaudaraan, dan keharmonisan sosial," kata Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin ditengah Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili, Sabtu 7 Maret 2026. 

Kegiatan dipusatkan di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Salatiga, jajaran Forkopimda, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Salatiga, serta para tamu undangan.

BACA JUGA: Satreskrim Dalami Aksi Klithih di Bugel Salatiga dengan Tawarun Remaja di Ngreco Kesonggo Tuntang

BACA JUGA: Sahur On The Road di Solo Bawa Petasan, Lima Pemuda Diamankan

Acara ini, diinisiasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Salatiga. 

Diungkapkan Nina, nilai-nilai optimisme, persaudaraan, dan keharmonisan sosial sangat relevan dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati. Sekaligus, menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Salatiga. 

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili, Okky Dwiyanto, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2026.

BACA JUGA: Perkuat Kolaborasi Bareng Komunitas Pegiat Literasi, Perpusip Gelar Temu Inspirasi

BACA JUGA: Besok, Korban BLN Beserta Kuasa Hukum Penuhi Undangan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI

Ia juga menyampaikan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna yang semakin istimewa karena bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan 1447 H serta perayaan Paskah.

"Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi wujud nyata toleransi, kebersamaan, serta kerukunan antarumat beragama di Kota Salatiga," jelasnya.

Sementara, Ketua PSMTI Kota Salatiga, Raharjo Pratikno, menjelaskan bahwa perayaan Cap Go Meh tahun ini mengusung tema "Merawat Harmoni, Meneguhkan Kebangsaan". 

Menurutnya, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan energi yang meluap serta semangat yang tidak pernah padam. 


Sehingga, tema yang diusung bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.







Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait