Anak Kampung Temukan Orok Bayi di Tepi Sungai di Ungaran Timur

Anak Kampung Temukan Orok Bayi di Tepi Sungai di Ungaran Timur

DIPASANG : Lokasi penemuan orok bayi berjenis kelamin perempuan dipasang garis polisi. Foto : ist/ Erna Yunus Basri--

UNGARAN, diswayjateng.com - Sejumlah anak kampung Dusun Jetis, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sedang bermain di sekitar aliran sungai, menemukan orok bayi, Senin 16 Maret 2026. 

orok bayi berjenis kelamin perempuan itu, ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan terbungkus kain pel di dalam kaleng bekas roti.

Temuan ini sontak menggegerkan warga sekitar lokasi penemuan. Tempat penemuan tepat dibawah jembatan, mendadak ramai oleh warga yang ingin melihat dari dekat. 

Kasus ini kini telah ditangani Polres Semarang, dengan menurunkan Tim Inafis. Area penemuan pun telah dipasang garis polisi

BACA JUGA: Buntut Tawuran Remaja di Jalan Raya Tuntang, Resmob Polres Semarang Tetapkan 4 Tersangka dan Amankan 6 Clurit

BACA JUGA: Polres Semarang Musnahkan 2.414 Botol Miras, 330 Liter Diantaranya Jenis Tuak

"Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.13 WIB. Saat itu sejumlah anak kampung setempat yang sedang bermain di sekitar aliran sungai melihat sebuah bungkusan mencurigakan," kata Kapolsek Ungaran Kompol Sugiyarta, di lokasi penemuan. 

Oleh anak-anak, bungkusan kemudian dibuka. Alangkah terkejutnya, mereka menemukan sebuah kaleng bekas roti yang di dalamnya terdapat orok bayi. 



Mengetahui temuan tersebut, anak-anak kemudian memberitahukan kepada warga sekitar,  Restu Handayani (34).

"Warga bernama Restu kemudian memberitahu tetangga lain Moh Roni (61), kemudian bersama-sama
mendatangi lokasi untuk memastikan temuan tersebut," paparnya. 

Setelah diperiksa, diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi orok bayi perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

BACA JUGA: Gandeng Gegana Brimob Polda Jateng, Polres Semarang Musnahkan 2,1 Kg Obat Mercon

BACA JUGA: Satlantas Polres Semarang Terapkan ETLE Handheld, Bagi Pelanggar Dapat Melakukan Konfirmasi Maksimal 14 Hari

Kapolsek Ungaran Barat Kompol Sugiyarta SH MH bersama personel piket, unit Reskrim serta SPKT segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.

Kembali Kompol Sugiyarta menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Semarang serta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh dokter Aam Amaliaya bersama bidan Desa Jetis, diketahui bahwa korban merupakan orok bayi berjenis kelamin perempuan dengan usia kandungan diperkirakan sekitar 7 hingga 8 bulan dengan berat sekitar 2 kilogram. 

"Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat lahir dalam kondisi prematur. Diperkirakan bayi tersebut telah meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan warga," ungkap Kapolsek kembali.

Kini, jenazah bayi telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan.

Kapolsek Ungaran Barat menambahkan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga membuang bayi tersebut.


Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait