BATANG, diswayjateng.com – Bencana angin kencang puting beliung yang melanda Kabupaten Batang menyebabkan kerusakan serius pada jaringan listrik milik PLN.
Data dari PLN UP3 Pekalongan mencatat sedikitnya 44 tiang listrik patah akibat tertimpa pohon besar saat angin kencang dan puting beliung melanda wilayah tersebut pada Rabu, 4 Maret 2026.
Selain itu, bencana tersebut juga memicu 20 titik gangguan jaringan listrik yang tersebar di 36 section jaringan distribusi.
Hingga Jumat 6 Maret 2026 sore, proses pemulihan jaringan listrik telah mencapai 98 persen, dengan 47 gardu distribusi yang masih mengalami pemadaman terutama di wilayah Kecamatan Subah.
BACA JUGA: Pohon Beringin Depan Kantor Bupati Batang Tumbang, Satu Mobil Ringsek
BACA JUGA: Jelang Lebaran 2026, Dishub Kota Pekalongan dan Satlantas Periksa 25 Bus di Empat PO
Manajer PLN UP3 Pekalongan, Hendra Irawan, menjelaskan gangguan listrik bermula saat angin kencang terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak pohon besar tumbang dan menimpa jaringan listrik milik PLN.
“Angin sangat kencang menyebabkan banyak pohon tumbang yang menimpa jaringan kami sehingga beberapa tiang patah dan aliran listrik di sejumlah wilayah mengalami pemadaman,” kata Hendra, Jumat 6 Maret 2026.
Ia menyebut wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Subah dan Banyuputih, karena banyak pohon besar seperti jati dan sengon roboh ke arah jaringan listrik.
BACA JUGA: Data Terkini Kerusakan Bencana Puting Beliung di Batang, Puluhan Rumah Rusak
BACA JUGA: Angin Lesus Mengamuk di Kudus, Puluhan Rumah Rusak dan 38 Pohon Tumbang
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas kelistrikan di beberapa wilayah sempat lumpuh total pada hari pertama kejadian.
PLN kemudian mengerahkan tim teknis secara besar-besaran untuk mempercepat proses pemulihan jaringan listrik.
Proses perbaikan bahkan dilakukan secara terus menerus selama tiga hari dua malam sejak bencana terjadi.