128 Warga Miskin Kudus Gembira Rumahnya Dibangun Ulang oleh Dua Perusahaan

128 Warga Miskin Kudus Gembira Rumahnya Dibangun Ulang oleh Dua Perusahaan

Kartijo warga kurang mampu di Kudus di depan rumahnya yang telah direhab. --

KUDUS, diswayjateng.com- Raut gembira dan senyum sumringah tampak jelas mewarnai wajah wajah ratusan warga kurang mampu yang hadir di Pendopo Kabupaten KUDUS. Sebab, mereka tidak lagi menghuni rumah yang dulunya bocor saat hujan dan tak layak huni. 

Mereka pun tidak pernah menyangka bahwa rumahnya yg dulu reot, telah berubah menjadi hunian layak huni. Kegembiraan itu dirasakan 128 kepala keluarga asal Kudus, yang mendapat bantuan Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). 

Program tersebut sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kudus. Program RSLH ini didukung PT Djarum dan Polytron, yang telah membangun ulang 128 rumah warga miskin di Kota Kretek. 

Program RSLH tahap pertama pada tahun 2026 ini, menjangkau 4 kecamatan di Kudus. Meliputi Bae sebanyak 24 rumah, Dawe 25 rumah, Jati 23 rumah dan Kaliwungu 56 rumah.

Selanjutnya di Desa Mijen 5 rumah, Papringan 11 rumah, Kedungdowo 5 rumah, Gamong 2 rumah, Garung Kidul 7 rumah, Setrokalangan 3 rumah, Prambatan Kidul 6 rumah, Prambatan Lor 3 rumah, Blimbing Kidul 1 rumah dan Desa Sidorekso 4 rumah. 

Masing-masing rumah direnovasi atau dibangun ulang dengan anggaran sekitar Rp70 juta per unit. Anggarannya berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. 
Perwakilan PT Djarum Achmad Budiharto menyerahkan bantuan RSLH kepada 128 warga Kudus. --

Salah satu penerima program RSLH asal Desa Margorejo, Kecamatan Dawe Kudus, Kartjo, mengaku haru saat menerima bangunan rumah yang telah direnovasi dan layak huni. 

Kondisi rumah milik Kartijo sebelumnya, kerap membuat keluarganya merasa tidak nyaman dan jauh dari kata layak huni. Bahkan saat musim hujan tiba, atap rumahnya sering bocor. 

“Kalau hujan deras, air sering masuk ke dalam rumah. Karena atap bocor di beberapa bagian. Kami hanya bisa menampung air seadanya dan berharap tidak semakin parah, " ujar Kartijo pada Kamis (23/4/2026). 

Usai dibangun ulang, rumah Kartijo sudah jauh lebih baik dan layak. Selain itu, lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama istri dan anak anaknya. 

"Semoga program seperti ini terus berlanjut, agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tutur Kartijo yang sehari-hari berprofesi sebagai terapis.

Sebanyak 128 rumah tak layak huni yang direnovasi itu, dibangun ulang dengan biaya Rp 8,9 miliar. Penyerahan bantuan dilakukan di Pendopo Kudus Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Kemudian dilakukan General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, Finance Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Guido One Tuwan dan pihak lainnya. 

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi kontribusi dua perusahan itu dalam program RSLH. Sebab dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait