KAI Daop 4 Semarang Kebut Perawatan 677 Km Jalur Rel Jelang Arus Mudik Lebaran 2026 dari Tegal hingga Cepu

Sabtu 28-02-2026,17:34 WIB
Reporter : Wahyu Sulistiyawan
Editor : Wawan Setiawan

SEMARANG, diswayjateng.id - Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi 4 Semarang mempercepat perawatan prasarana jalur kereta api. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta selama masa Angkutan Lebaran berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu di tengah lonjakan mobilitas masyarakat.

 

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas perawatan menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko operasional saat frekuensi perjalanan dan jumlah penumpang meningkat signifikan.

 

“Langkah ini merupakan bentuk kesiapan kami menghadapi lonjakan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran. Kesiapan prasarana harus optimal agar potensi gangguan operasional dapat diminimalkan,” ujarnya, Sabtu 28 Februari 2026.

 

Wilayah kerja Daop 4 Semarang meliputi jalur utara serta sebagian jalur selatan Jawa Tengah. Secara operasional, batas wilayahnya meliputi Stasiun Tegal di sisi barat (perbatasan Daop 3 Cirebon), Stasiun Cepu di sisi timur (perbatasan Daop 8 Surabaya), dan Stasiun Gundih di sisi selatan (perbatasan Daop 6 Yogyakarta).

 

Secara administratif, area tersebut mencakup 10 kabupaten/kota dengan total panjang lintasan mencapai 677 kilometer rel aktif. Untuk menjaga keandalan jalur, Daop 4 Semarang didukung 27 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdiri atas 22 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik.

 

Perawatan yang dilakukan mencakup sejumlah aspek teknis krusial. Pertama, perawatan geometri jalur melalui pengukuran dan penyetelan lebar rel, perbaikan elevasi serta kelurusan rel, hingga stabilisasi jalur menggunakan alat berat khusus perawatan jalan rel.

 

Kedua, penggantian komponen jalur seperti bantalan rel beton maupun kayu yang retak atau aus, penggantian rel yang mengalami keausan, serta penambahan dan penataan ballast (batu kricak) untuk memperkuat struktur lintasan.

 

Ketiga, pemeriksaan detail jembatan kereta api beserta sistem drainase. Petugas melakukan pengecekan konstruksi jembatan dan membersihkan saluran air di sepanjang jalur, termasuk normalisasi drainase di titik rawan banjir dan genangan.

Kategori :