Tanah Longsor di Kalongan Ungaran Timur Meluas Hingga 200 Meter, Mengancam Permukiman Penduduk

Tanah Longsor di Kalongan Ungaran Timur Meluas Hingga 200 Meter, Mengancam Permukiman Penduduk

MELUAS : Tanah longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan Ungaran Timur Kabupaten Semarang meluas hingga 200 meter, Sabtu 28 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

UNGARAN, diswayjateng.id - Peristiwa alam tanah longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang meluas hingga 200 meter mengancam permukiman penduduk.

Hingga Sabtu 28 Februari 2026, kondisi tanah longsor disebabkan hujan deras berhari-hari di wilayah Ungaran Timur itu kini mencapai 250 meter dan tinggi 66 meter serta panjang 1,5 kilometer. 

Tanah yang longsor tersebut berpotensi mengancam permukiman warga, mengingat setiap musim penghujan tanah terus bergerak kebawah. 

Dari pantauan, tanah longsor yang memutuskan Jalan Ungaran-Demak berdekatan dengan permukiman penduduk. 

BACA JUGA: BPBD Kabupaten Semarang Catat 17 Rumah di 3 Kecamatan Terdampak Bencana Angin Puting Beliung

BACA JUGA: Lima Rumah Hingga Kandang Ayam Rusak, Angin Puting Beliung Terjang Pabelan Kabupaten Semarang

Sejumlah wartawan menggunakan drone untuk melihat secara langsung suasana dari atas. Dan saat dilihat dari udara, longsor yang terjadi berulangkali sejak tahun 2022 menyebabkan jalan yang menjadi penghubung Kabupaten Semarang dengan Demak, kini berubah menjadi sebuah tebing dengan ketinggian 65 meter. 



Kondisi tanah yang mudah hanyut saat diterjang hujan deras terus menyebabkan tanah bergulir kebawah. Bahkan, kondisi ini berpotensi mengancam permukiman penduduk yang hanya berjarak kurang dari 50 meter. 

Menurut warga, dalam satu pekan terakhir terjadi 2 kali longsor akibat guyuran hujan deras. Hal ini membuat warga kawatir, karena longsor menuju ke permukiman warga.  

BACA JUGA: Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis, Dishub Kabupaten Semarang Langsung Nyatakan Gagal Uji

BACA JUGA: APBD 2026 Kabupaten Semarang Turun Rp 384,83 Miliar

Dari kajian BPBD dan DPU Kabupaten Semarang, longsor diakibatkan adanya aliran air di dalam tanah yang terus menggerus tanah dan menyebabkan longsor. 

"Sejak longsor yang terus terjadi dari tahun 2022 lalu, saat ini lebar longsor mencapai 250 meter dengan tinggi 75 meter dan jangkauan longsoran mencapai satu setengah kilometer," kata Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan. 

Dan sebagai upaya peringatan dini, Pemkab Semarang melalui BPBD telah memasang 2 alat peringatan disekitar permukiman warga. 

BACA JUGA: Tiga Pekan Menjelang Lebaran, Disperinnaker Salatiga Pantau 6 Perusahaan. Ada Apa?

BACA JUGA: Tingkatkan kemampuan E-TLE, Koolantas Polri Akan Tambah 50 Titik E-TLE di Wilayah Kabupaten Semarang

Selain itu, ujarnya, pemerintah juga terus melakukan kajian guna penanggulangan bencana longsor kalongan. 

Alex menambahkan, saat ini Pemkab Semarang telah mengalihkan arus lalu lintas Kabupaten Semarang-Demak dengan menggunakan jalan lain. 

Sedangkan di area longsor diberi pengaman agar warga tidak melintas. "Karena sebagian lokasi longsor merupakan tanah perkebunan milik warga," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait