Luapan Sungai Comal Rendam 5.420 Rumah di Pemalang, Warga Sulit Beraktifitas

Luapan Sungai Comal Rendam 5.420 Rumah di Pemalang, Warga Sulit Beraktifitas

Suasana banjir di Desa Sidokare, Ampelgading, Pemalang. Kamis pagi (26/3/2026)--Mukhtarom

PEMALANG, diswayjateng.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten PEMALANG sejak Rabu malam hingga Kamis pagi menyebabkan Sungai Comal meluap dan merendam ribuan rumah warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mencatat, banjir terjadi di sembilan desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Comal, Ampelgading, dan Ulujami. Total sekitar 5.420 rumah terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan banjir yang terjadi merupakan luapan sungai, bukan banjir bandang.

“Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan luapan Sungai Comal yang menyebabkan wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami banjir dengan ketinggian air sekitar 30–80 sentimeter. Kejadian ini bukan banjir bandang, melainkan luapan air sungai yang mengakibatkan rumah warga terendam dan beberapa akses jalan terdampak,” ujar Agus Ikmaludin, Kamis siang (26/3).

Ia menambahkan, meskipun sempat meluap cukup tinggi, kondisi debit air Sungai Comal saat ini mulai berangsur menurun.

“Air rata-rata 30–80 sentimeter, namun debit sungai mulai menurun,” tambahnya.

Ribuan Warga Terdampak

Data BPBD mencatat, wilayah terdampak cukup luas dengan jumlah warga mencapai ribuan jiwa.

Di Kecamatan Comal, banjir merendam Desa Klegen dengan 600 rumah terdampak dan sekitar 2.700 warga. Desa Sidorejo tercatat 79 rumah terdampak dengan 188 jiwa, sementara Desa Kauman mencapai 373 rumah. Desa Kandang juga terdampak dengan 10 rumah, dan Desa Susukan masih dalam proses pendataan.

Sementara di Kecamatan Ampelgading, Desa Sidokare menjadi wilayah paling terdampak dengan 1.002 rumah dan 4.767 jiwa. Desa Kebagusan mencatat 340 rumah terdampak dengan 197 warga.

Di Kecamatan Ulujami, Desa Pesantren mencatat 1.892 rumah terdampak dengan 7.341 jiwa, serta Desa Mojo sebanyak 1.124 rumah dengan 3.690 jiwa.

Air Datang Saat Subuh

Warga menyebut air mulai masuk ke permukiman sejak dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, dan dengan cepat merendam rumah serta akses jalan antar desa.

“Banjir mulai sekitar jam 4 pagi dan langsung melimpas ke permukiman. Kondisi pasar tutup karena seluruhnya terendam. Aktivitas warga berkurang karena kesulitan akibat banjir,” ujar Riyadi, warga Desa Sidokare.

Banjir juga menyebabkan aktivitas ekonomi lumpuh, terutama di kawasan pasar yang terendam seluruhnya.

Langganan Banjir

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait