Drone Jadi Ladang Cuan Mahasiswa di Semarang, Dari Hobi Terbang Hingga Proyek Profesional
PILOT DRONE: Sejumlah mahasiswa di Semarang mengoprasikan drone.-Dok. Semarang Drone Community-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diswayjateng.id — Drone kini tak lagi identik dengan sekadar hobi atau alat membuat konten media sosial. Di Semarang, pesawat tanpa awak ini mulai membuka peluang kerja paruh waktu yang menjanjikan, terutama bagi mahasiswa dan anak muda yang ingin menambah pemasukan tanpa terikat jam kerja kantoran.
Fenomena ini tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan dokumentasi visual dari udara, baik untuk acara, promosi konten digital, hingga kebutuhan teknis tertentu. Di balik tren tersebut, komunitas drone lokal menjadi ruang belajar sekaligus pintu masuk menuju dunia kerja lepas.
Widhi Cahyadi, Ketua Semarang Drone Community, melihat langsung bagaimana hobi menerbangkan drone perlahan berubah menjadi sumber penghasilan tambahan bagi anggotanya.
Menurutnya, permintaan jasa pilot drone di Semarang terus mengalami pertumbuhan. Mayoritas pekerjaan berasal dari dokumentasi acara, pembuatan konten kreator, hingga kebutuhan teknis ringan.
“Di komunitas kami ada juga yang jadi pilot drone part-time, rata-rata usia muda juga. Jadi kalau ada pihak yang butuh dokumentasi atau pekerjaan teknis, bisa kami hubungkan,” kata Widhi, Jumat 27 Februari 2026.
Banyak anggota awalnya hanya rutin menerbangkan drone saat akhir pekan. Namun, setelah memiliki jam terbang dan portofolio, mereka mulai menerima tawaran pekerjaan lepas.
Di pasar lokal Semarang, pekerjaan pilot drone lepas masih didominasi dokumentasi dan produksi konten visual. Mulai dari peliputan acara komunitas, pernikahan, promosi UMKM, hingga kebutuhan media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: