Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, memastikan seluruh anggaran pembangunan Huntara bersumber dari pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Termasuk proses pengerjaan pembangunan dan penunjukan vendor semuanya ditentukan BNPB. Kami mengajukan hunian sementara sekitar 900 rumah. Ukurannya tipe 36, disesuaikan dengan luasan tanah,” imbuhnya.
Targetnya jelas, sebelum 21 Maret 2026, warga sudah bisa menempati hunian yang lebih layak dan aman. Di tengah deru alat berat dan debu yang beterbangan, harapan itu kini benar-benar sedang dibangun, bukan sekadar janji, tapi progres nyata di lapangan.