Setda Kunci Arah Pembangunan, Rp28.7 Miliar Disiapkan untuk Tegal Makin Tangguh

Setda Kunci Arah Pembangunan, Rp28.7 Miliar Disiapkan untuk Tegal Makin Tangguh

RENJA - Setda Kabupaten Tegal menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Renja Tahun 2027, di Ruang Rapat Bupati Tegal, Senin (23/2/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Mesin perencanaan pembangunan mulai dipanaskan. Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal tancap gas menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027, di Ruang Rapat Bupati Tegal, Senin (23/2/2026).

Forum ini bukan sekadar rapat rutin. Ini adalah arena sinkronisasi gagasan dan strategi agar rancangan awal Renja 2027 benar-benar nyambung dan selaras dengan RPJMD Kabupaten Tegal Tahun 2025–2029.

Arahannya jelas: pembangunan harus terukur, transparan, dan berdampak nyata.

Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, Asisten Administrasi Umum, Muhammad Budi Eko Setiawan, menegaskan forum tersebut menjadi kunci menjaga kesinambungan antara perencanaan dan penganggaran.

“Melalui forum ini, kita memastikan bahwa tujuan jangka menengah Sekretariat Daerah tetap selaras dengan sasaran RPJMD, yaitu mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan budaya anti korupsi dalam pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang terukur. Kemudian, semua ini juga harus bermuara pada tujuan besar pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kabupaten Tegal yang maju dan tangguh,” tegasnya.

Menurut Budi, perencanaan tidak boleh sekadar administratif. Setiap program harus memiliki arah, indikator kinerja yang jelas, dan kontribusi langsung terhadap kualitas tata kelola pemerintahan.

Dalam Renja 2027, Setda menyusun arah kebijakan melalui tiga program utama: Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Program Perekonomian dan Pembangunan, serta Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah.

Tiga program ini kemudian diterjemahkan dalam 19 kegiatan dan 49 subkegiatan. Spektrumnya luas. Mulai dari administrasi pemerintahan, fasilitasi kerja sama daerah, koordinasi bidang hukum, pengawalan kebijakan pembangunan, hingga pengelolaan pengadaan barang dan jasa.

Artinya, Setda tidak hanya berperan sebagai dapur administratif, tetapi juga sebagai pengendali irama kebijakan daerah.

Untuk menopang seluruh agenda tersebut, pada tahun 2027 Setda memproyeksikan pagu anggaran sekitar Rp28,7 miliar, di luar gaji, hibah bansos, dan belanja operasional tertentu.

Anggaran itu, kata Budi, bukan angka kecil. Karena itu pengelolaannya harus presisi.

“Kita harus mengelola anggaran ini secara efektif, efisien, dan akuntabel agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi, sementara ruang fiskal daerah harus dikelola dengan cermat. Karena itu, setiap rupiah anggaran wajib dipertanggungjawabkan dan memberi dampak.

Forum Perangkat Daerah ini menjadi penegas bahwa perencanaan bukan sekadar formalitas tahunan. Di balik lembaran dokumen Renja, tersimpan arah besar pembangunan Kabupaten Tegal menuju daerah yang lebih maju, tangguh, dan bersih dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait