Al-Muchalif mengatakan pengerjaan aplikasi dilakukan secara tim dan tidak menemui kesulitan berarti selain miskomunikasi kecil yang umum terjadi dalam proyek kelompok.
Ia menilai teknologi memungkinkan mereka bekerja tanpa harus selalu bertemu langsung.
Mahasiswa ini berharap aplikasi Pandawa dapat digunakan secara nyata oleh Dinarpus dan jaringan perpustakaan masyarakat di Pekalongan.
Mereka juga berharap sistem digital ini membantu pendataan buku dan anggota menjadi lebih rapi dan transparan.
Proyek mahasiswa ini menunjukkan peran generasi muda dalam mendorong transformasi digital perpustakaan daerah.
Jika diterapkan, aplikasi Pandawa berpotensi memperkuat literasi masyarakat dengan manajemen perpustakaan yang lebih modern.
Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Ismanto menyambut baik aplikasi tersebut.
"Kalau di Kota Pekalongan ada 85 perpustakaan masyarakat, semoga bisa terintegrasi dengan adanya aplikasi ini," tuturnya.