PEKALONGAN, diswayjateng.com — Tiga mahasiswa jurusan Sistem Informasi dari Institute Widya Pratama menciptakan aplikasi kearsipan perpustakaan bernama “Pandawa”.
Aplikasi dirancang untuk mengintegrasikan data perpustakaan kota, sekolah, hingga perpustakaan masyarakat.
Mereka adalah Diyah Ayu Etikawati (21), Al-Muchalif Arnama (21), dan Nur Rifqi Triaji Saputra (21) yang mengembangkan aplikasi selama tiga hingga empat bulan sebagai proyek kolaboratif.
Juru bicara tim, Al-Muchalif Arnama, menjelaskan Pandawa merupakan aplikasi pencatatan laporan yang mengelola data buku, data anggota, hingga data peminjaman secara terpusat.
BACA JUGA: Pajak Jual Beli Tanah di Pekalongan Dipelajari Mahasiswa Doktoral Asing Unissula, Ada Apa?
BACA JUGA: Dishub Kota Pekalongan Siapkan Mudik Gratis dari Jakarta, Kuotanya 50 Orang
Ia menyebut sistem ini menjadikan perpustakaan kota sebagai pusat data, sementara perpustakaan masyarakat dan sekolah menjadi unit penginput informasi.
“Perpustakaan masyarakat bisa input data buku, anggota, hingga laporan, lalu perpustakaan utama memonitor semuanya,” ujarnya, Senin 23 Februari 2026.
Mahasiswa ini mengaku inspirasi aplikasi lahir dari keinginan membuat karya yang bermanfaat luas, bukan sekadar tugas kuliah.
Mereka melakukan wawancara dan observasi dengan pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan untuk memahami kebutuhan sistem perpustakaan lokal.
BACA JUGA: Ribuan Jemaah Muhammadiyah di Kota Pekalongan Gelar Tarawih Perdana, Awali Ramadan 1447 H
BACA JUGA: Libur Imlek 2026, 12.290 Penumpang Padati Stasiun Pekalongan Dalam Dua Hari
Data yang dimasukkan dalam aplikasi mencakup identitas perpustakaan, data koleksi buku, data anggota, data responden, hingga laporan kegiatan perpustakaan.
Pandawa dirancang memiliki dua tipe pengguna yaitu admin perpustakaan kota dan admin perpustakaan masyarakat.
Admin perpustakaan kota dapat memonitor seluruh data koleksi dan aktivitas perpustakaan di wilayah, sementara perpustakaan masyarakat fokus pada input data dan laporan.