IBN Resmi Naik Kelas Jadi Universitas, Percantik Kampus dan Buru Mahasiswa Baru

IBN Resmi Naik Kelas Jadi Universitas, Percantik Kampus dan Buru Mahasiswa Baru

UBN - Peresmian UBN dan pelantikan Rektor UBN Tegal, Dr Saepudin, digelar di halaman kampus UBN Tegal, Sabtu (7/6/2026).--

SLAWI, diswayjateng.id – Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal resmi naik kelas menjadi Universitas Islam Bakti Negara (UBN) Tegal. Perubahan status ini bukan sekadar pergantian nama. UBN langsung memasang target besar: membuka program studi umum, memburu mahasiswa baru hingga 600 orang, serta mempercantik kampus agar lebih diminati generasi muda.

Peresmian UBN dan pelantikan Rektor UBN Tegal, Dr Saepudin, digelar di halaman kampus UBN Tegal, Sabtu (7/6/2026).

Saepudin menegaskan transformasi dari institut menjadi universitas membuka peluang lahirnya program studi umum di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi. Sedikitnya empat program studi baru kini tengah disiapkan.

"Target kami ada empat prodi baru, yakni Ilmu Pemerintahan, Ilmu Hukum, Manajemen, dan satu lagi antara Vokasi atau Informatika. Semua akan kami usulkan ke Kemendikti," kata Rektor Saepudin, usai pelantikan.

Menurut dia, Program Studi Ilmu Pemerintahan akan diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur desa. UBN bahkan siap menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar perangkat desa dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

"Target pertama kami memang aparatur pemerintah desa. Soal biaya tidak perlu khawatir karena bisa dicarikan pola kerja sama dengan pemerintah daerah," ucapnya.

Sementara Program Studi Ilmu Hukum diproyeksikan menjawab kebutuhan masyarakat Pantura Barat Jawa Tengah yang masih membutuhkan sarjana hukum. Terutama bagi anggota kepolisian, kejaksaan, maupun aparatur lain yang belum memiliki gelar Sarjana Hukum.

UBN juga menyiapkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sehingga mahasiswa dengan pengalaman kerja tertentu tidak harus menempuh kuliah hingga empat tahun.

"Bisa cukup empat semester bahkan dua semester sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan akademik, Saepudin juga menyadari persaingan perguruan tinggi saat ini semakin ketat. Karena itu, wajah kampus akan menjadi perhatian serius.

Menurutnya, generasi muda saat ini tidak hanya mempertimbangkan kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan dan tampilan kampus.

"Setelah menjadi UBN, target kami merenovasi gedung kampus supaya lebih bagus, lebih menarik, lebih nyaman. Kalau istilah anak sekarang, kampusnya harus bisa glowing," tegasnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menarik minat calon mahasiswa baru. Terlebih jumlah mahasiswa UBN terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: