Tembus Ekspor 7 Negara, Adinda Kini Pimpin Womenpreneur HIPMI Jateng

Senin 23-02-2026,17:00 WIB
Reporter : Umar Dani
Editor : Laela Nurchayati

Dalam enam bulan, ia mengekspansi hingga enam cabang secara bertahap di berbagai kota seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta, Demak, dan Semarang. Kini total delapan cabang berdiri, meski fondasi bisnisnya tetap berbasis online.

Tembus Ekspor dan Raih Penghargaan Nasional

Langkah berikutnya adalah ekspor. 

Sejak 2019, Adinda mulai belajar pasar luar negeri. Puncaknya terjadi pada 2021 saat ia meraih Shopee Super Awards atas capaian omzet ekspor tertinggi se-Indonesia ke tujuh negara, termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Produk By Adinda Hijab bahkan dibawa dalam forum investasi di Kuala Lumpur bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam ajang Central Java Investment Forum.

Tak hanya membawa produknya sendiri, ia juga mengajak produk UMKM lain yang tergabung dalam Womenpreneur HIPMI Jateng untuk ikut tampil di forum internasional tersebut.

“Kalau saya berangkat membawa nama Jawa Tengah, saya juga harus membawa yang lain,” katanya.

Pimpin Womenpreneur HIPMI Jateng

Tiga tahun terakhir, Adinda mulai aktif berorganisasi. Ia dipercaya memimpin Womenpreneur HIPMI Jawa Tengah—wadah bagi perempuan pengusaha lintas sektor, dari kuliner, fashion, properti, hingga pariwisata.

Saat ini terdapat sekitar 170 pengurus Womenpreneur HIPMI Jateng yang tersebar di berbagai daerah. 

Bagi Adinda, organisasi ini bukan sekadar komunitas, melainkan rumah bagi perempuan pengusaha yang ingin naik kelas.

Menurutnya, banyak perempuan pengusaha di daerah sebenarnya sudah berkembang, namun belum memiliki wadah dan akses jejaring.

Melalui Womenpreneur, mereka bisa terhubung dengan pemerintah, mengikuti expo internasional, hingga masuk galeri resmi milik pemerintah daerah.

“Ketika membawa nama organisasi seperti HIPMI, akses itu terbuka lebih luas,” jelasnya.

Ia berharap ke depan Womenpreneur HIPMI Jateng menjadi jembatan bagi perempuan pengusaha untuk terlibat dalam program nasional dan memperluas pasar hingga mancanegara.

Dari seorang remaja yang sekadar tertarik berjualan, kini Adinda menjadi simbol bahwa konsistensi, keberanian membaca peluang, dan kolaborasi bisa membawa usaha lokal menembus pasar global.

Kategori :