Tembus Ekspor 7 Negara, Adinda Kini Pimpin Womenpreneur HIPMI Jateng

Tembus Ekspor 7 Negara, Adinda Kini Pimpin Womenpreneur HIPMI Jateng

Noviana Adinda Putri owner Adinda Hijab saat berfoto di acara HIPMI-Istimewa/ Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com - Kisah sukses yang panjang dan berliku dilakoni Adinda, yang kini memimpin Womenpreneur HIPMI Jawa Tengah. Di usia 16 tahun, saat sebagian remaja masih sibuk memikirkan sekolah dan pergaulan, Noviana Adinda Putri atau akrab disapa Adinda justru sudah mulai berjualan. 

Awalnya sederhana—menjual apa saja yang bisa dipasarkan. Namun dari proses coba-coba itulah ia menemukan satu hal yang paling diminati pasar: fashion.

Setelah lulus sekolah, ia memutuskan fokus. Produk yang semula diambil dari pihak lain dan dijahit secara maklon, perlahan ia produksi sendiri. 

Di usia 19 tahun, Adinda memberanikan diri merekrut penjahit dan membangun konveksi kecil. Dari ruang produksi sederhana, mimpinya mulai tumbuh.

Brand By Adinda Hijab lahir dari dunia online sekitar 10 tahun lalu—saat e-commerce belum sepopuler sekarang. 

Momentum emas datang ketika Shopee masuk ke Indonesia. Ia menjadi salah satu penjual awal yang menikmati derasnya promo, subsidi ongkir, dan minimnya kompetitor.

“Di situ titik baliknya,” kenang Adinda saat ditemui di sebuah acara Sabtu 22 Februari 2026.

Penjualan melonjak drastis.

Tidak disangka, dari tim kurang dari 10 orang, usahanya berkembang hingga mempekerjakan sekitar 120 karyawan—mulai dari penjahit, admin, hingga tim packing. 

Bisnis yang berawal dari kamar kecil berubah menjadi sistem produksi terintegrasi dari hulu ke hilir, bahkan didukung kerja sama distribusi dengan J&T Express.

Bangkit Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 menjadi ujian berat. Penjualan hijab turun tajam. Toko offline harus tutup lebih awal. Namun Adinda tidak tinggal diam.

Ia cepat membaca kebutuhan pasar. Saat masyarakat lebih membutuhkan masker dibanding hijab, lini produksinya langsung dialihkan untuk membuat masker kain.

“Sebagai pengusaha, kita harus bisa switch cepat. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Keputusan itu membuat bisnisnya tetap bertahan di tengah badai.

Dari Online ke Delapan Cabang

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: