GROBOGAN, diswayjateng.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kembali mengeluarkan rilis terbaru jumlah korban banjir Grobogan sejak Senin lalu (16/2/2026).
Per Kamis (18/2/2026) pukul 21.00 WIB, jumlah korban sudah mencapai 10.608 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 50 desa, 12 kecamatan se-Kabupaten Grobogan seperti Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Purwodadi, Karangrayung, Pulokulon, Geyer, Toroh, Penawangan, Godong, Klambu, dan Tawangharjo.
”Mayoritas banjir sudah surut. Untuk Klambu, rumah yang terdampak masih pendataan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, Jumat (20/2/2026).
Selain itu, Wahyu menyampaikan, 35 sekolah ikut terdampak, 2.816,1 hektar lahan persawahan tergenang dimana sebagian besar sudah ditanami padi dan siap panen. Lalu satu rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh.
"Selain itu, terdapat lima titik tanggul jebol di Tegowanu dan Karangrayung,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan, titik tanggul Sungai Tuntang yang jebol dan mengakibatkan jalan Semarang-Purwodadi, tepatnya di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, terputus total itu termasuk wilayah Kabupaten Demak.
"BPBD Grobogan bersama Forkopimda telah melakukan langkah darurat mulai dari evakuasi warga dengan perahu karet hingga pendistribusian logistik. Juga turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau jebolan tanggul Sungai Tuntang untuk memastikan koordinasi tanggap darurat berjalan maksimal," terangnya.
Wahyu pun mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Karena, katanya, banjir kali ini dipicu intensitas hujan ekstrem di Grobogan serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang, sehingga melebihi kapasitas menyebabkan beberapa tanggul jebol dan air meluap ke pemukiman hingga lahan pertanian.