Tanah Bergerak Jangli Tembalang Meluas, BPBD Semarang Tambah 6 Tenda Pengungsian
SEMAKIN LUAS:Tanah gerak di Kelurahan Jangli Tembalang semakin luas, BPBD menambah tenda untuk penampungan warga.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Dampak tanah bergerak di wilayah Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota SEMARANG, semakin meluas. Retakan tanah bertambah panjang dan dalam, sementara jumlah rumah terdampak terus dipantau pemerintah setempat.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memutuskan menambah fasilitas pengungsian dengan membangun enam unit tenda tambahan bagi warga terdampak.
Camat Tembalang, Abdul Haris Nur Hidayat, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan rapat koordinasi dengan Penjabat Sekretaris Daerah.
“Sudah kami rapatkan dengan Pak Pj Sekda, BPBD akan bangun enam tenda pengungsian. Nantinya OPD lain seperti dari DLH menyiapkan urinoir, Dinsos menyiapkan keperluan logistik, BPBD ada tenda dan dapur umum,” jelas Haris, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, tenda pengungsian itu bersifat sementara dan direncanakan digunakan paling lama dua bulan. Setelah itu, pemerintah kota akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga.
“Dari pemilik lahan menghendaki maksimal dua bulan ke depan warga boleh tinggal di sini. Lalu mestinya ada relokasi, tapi akan dirapatkan dengan pimpinan dulu,” pungkasnya.
Kerusakan Meluas, Retakan Bertambah
Ketua RT 07 RW 01 Jangli, Joko Sukaryono, menyebut kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan retakan tanah kian bertambah dan kerusakan bangunan makin terlihat jelas.
“Dampak kerusakan semakin parah dan volume retakan juga semakin banyak,” ujar Joko.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan lahan evakuasi yang akan difungsikan sebagai lokasi pengungsian terpusat. Namun sebelum digunakan, lahan tersebut harus melalui proses perkerasan agar aman ditempati.
“Lahan evakuasi sedang disiapkan Perkim dan BPBD karena lahannya juga harus dilakukan perkerasan dulu,” kata dia.
Lahan yang disiapkan berada sekitar 150 meter dari titik terdampak, dengan luas kurang lebih 500 meter persegi. Area tersebut akan menjadi lokasi penempatan tenda pengungsian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.
Joko menegaskan, tidak seluruh warga di wilayah tersebut harus mengungsi. Hanya keluarga yang rumahnya terdampak langsung yang akan dipindahkan ke tenda darurat.
“Warga yang tidak terdampak tetap tinggal di rumah masing-masing,” ujarnya.
17 KK Terdampak, 15 Rumah Rusak
Data dari kecamatan mencatat sebanyak 17 kepala keluarga (KK) atau 54 jiwa terdampak peristiwa ini. Sedangkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan tercatat sebanyak 15 unit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: