Sepekan Sidaharja Tegal Dikepung Banjir, DPRD Kabupaten Tegal Dorong Penanganan Serius

Selasa 17-02-2026,08:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

Selain sungai, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Ruas Jalan Peleman–Jatibogor diduga memiliki saluran yang tersumbat sehingga air tidak mengalir lancar. Ditambah lagi kondisi Jalan Sidaharja–Jatibogor yang sudah lama rusak berat dan semakin parah setelah diterjang banjir.

Di tengah genangan yang masih setinggi lutut hingga dada orang dewasa di beberapa titik, Bakhrun bersama warga turun langsung membagikan lebih dari 1.200 nasi bungkus kepada korban terdampak. 

Dengan perahu kecil, ia menyusuri gang-gang sempit yang berubah menjadi “sungai dadakan”.

Nursidik, salah satu warga Sidaharja, mengaku banjir kali ini paling parah yang ia rasakan.

“Hampir merata, Mas. Satu desa kena semua. Alhamdulillah kemarin dapat nasi bungkus. Pak Bakhrun sampai pakai perahu ke rumah-rumah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ngadio. Menurutnya, banjir membuat aktivitas warga lumpuh total. Warung tutup, petani tak bisa ke sawah, dan jalanan utama tak bisa dilalui.

“Untung anak-anak sekolah sedang libur. Kalau tidak, pasti tambah repot,” ucapnya. “Terima kasih sudah mau berbasah-basahan membantu warga.”

Tak hanya rumah, puluhan hektare tanaman padi dan melati ikut terendam. Petani hanya bisa berharap genangan segera surut agar tanaman tidak gagal panen. Bagi sebagian warga, sawah dan kebun melati adalah satu-satunya sumber penghidupan.

Selasa pagi  17 Februari 2026, air memang mulai surut. Namun di sejumlah titik, terutama permukiman di tepi Jalan Pantura Desa Sidaharja, genangan masih terlihat.

Lumpur tebal menutup lantai rumah dan badan jalan. Warga bergotong royong membersihkan sisa-sisa banjir, menjemur kasur, memilah perabot yang masih bisa diselamatkan.

Di setiap wajah, terselip kelelahan. Namun juga ada tekad untuk kembali bangkit.

“Banjir ini hampir tiap tahun datang. Harapan kami sederhana, pemerintah benar-benar serius menanganinya,” ucap Nursidik lirih.

Sidaharja mungkin telah kering dari genangan. Tetapi jejak banjir masih membekas di dinding rumah, di sawah yang menguning sebelum waktunya, dan di hati warga yang berharap tahun depan tak lagi menyambut musim hujan dengan rasa waswas. (adv)

Kategori :