Tertimbun Rumah Ambruk di Pener Tegal, Dua Anak Luka-luka
AMBRUK - Kondisi rumah warga Desa Pener Kecamatan Pangkah yang ambruk dan menimpa dua anaknya yang sedang tertidur pulas, Selasa (31/3/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com - Suasana dini hari yang seharusnya tenang berubah mencekam di RT 23 RW 05 Desa Pener, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin (30/3/2026). Dua anak terluka akibat tertimbun rumah ambruk milik Murito (60) dan Wasrif (65) yang tiba-tiba roboh saat penghuninya masih terlelap tidur.
Rumah yang sudah lama berdiri itu ambruk sekitar pukul 03.00 WIB. Saat kejadian, dua anak Murito, Siti Fidiati (14) dan Wulandari (19), sedang tertidur pulas di dalam rumah. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, dinding rumah mendadak runtuh dan menimpa keduanya.
Murito menuturkan, kejadian berlangsung sangat cepat dan membuat panik seluruh penghuni rumah.
“Waktu itu masih gelap, anak-anak lagi tidur. Tiba-tiba terdengar suara keras, dinding langsung roboh. Saya kaget sekali, langsung teriak minta tolong,” ujarnya dengan suara bergetar, Selasa (31/3/2026).
Ia bersama keluarganya bergegas mengevakuasi kedua anaknya dari tumpukan material bangunan. Beruntung, nyawa keduanya dapat diselamatkan meski mengalami luka di bagian wajah.
Siti Fidiati mengaku masih trauma mengingat detik-detik saat dirinya tertimbun reruntuhan.
“Saya lagi tidur, tiba-tiba terasa ada yang jatuh menimpa badan. Gelap dan sesak, saya takut sekali. Untung kakak saya langsung nolong,” ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, Siti mengalami luka di bagian mulut hingga mengeluarkan darah. Sementara Wulandari juga mengalami luka akibat tertimpa material bangunan. Keduanya langsung mendapatkan penanganan setelah berhasil dievakuasi.
Menurut Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, kondisi rumah korban memang sudah cukup memprihatinkan sebelum kejadian. Struktur bangunan yang lapuk diduga menjadi penyebab utama robohnya rumah tersebut, terlebih setelah sering diguyur hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kemungkinan karena usia bangunan sudah tua dan kondisinya rapuh. Ditambah cuaca hujan, dinding jadi tidak kuat menahan beban,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, PMI Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan kepada keluarga korban berupa uang tunai sebesar Rp 1.500.000 serta paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang tengah tertimpa musibah.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari korban. Semoga keluarga diberi ketabahan dan bisa segera bangkit,” tambah Iman.
Kini, keluarga Murito harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Di tengah luka yang masih membekas, mereka berupaya bertahan dengan bantuan seadanya, sambil berharap ada uluran tangan untuk membangun kembali rumah yang telah runtuh bersama kenangan di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

