Harga Plastik Melambung Drastis, Pedagang Kecil Kurangi Takaran Ketimbang Naikan Harga

Harga Plastik Melambung Drastis, Pedagang Kecil Kurangi Takaran Ketimbang Naikan Harga

MENGELUHKAN : Pedagang kecil mengeluhkan kenaikan harga plastik hingga 100 persen. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.com - Pasca lebaran 2026, harga sejumlah bahan baku kebutuhan pokok hingga kini belum juga turun di Kota Salatiga dan sekitarnya, Sabtu 4 April 2026. 

Bahkan beberapa kebutuhan yang terbilang sepele secara tak terduga mengalami kenaikan 100%. 

Salah satunya adalah harga plastik kresek. Sejak sepekan terakhir, berbagai jenis plastik terutama kresek yang menjadi bahan dasar para pedagang memberikan kenyamanan kepada pelanggan atau konsumen saat berbelanja mengeluhkan harga melonjak drastis.  

Tak hanya plastik kresek sebagai bahan dasar berbelanja di pasar tradisional, sejumlah pedagang minuman hingga makanan siap saji di warung mengeluhkan hal serupa.  

BACA JUGA: Rangkaian Perayaan Paskah 2026, Kapolres Semarang Imbau Pengurus Gereja Berkoordinasi dengan Kepolisian

BACA JUGA: Pengecekan Wahana Wisata Saat Long Weekend, Polri Pastikan Keamanan Pengunjung

Marsudi, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Cengek, Tingkir Lor, Salatiga mengaku plastik sebagai bahan pembukus naik 100% dari sebelumnya. 

"Plastik kresek rata-rata naik 100%. Mulai dari plastik kecil hingga besar. Dari yang sebelumnya Rp2000 naik Rp4000, dari Rp4000 jadi Rp6000, dari Rp6000 naik jadi Rp8000 dan hingga Rp19.000," ungkap Marsudi. 

Hal senada disampaikan Muhan Wari, pedagang keliling Bakso Malang. Kebutuhan plastik menjadi bahan dasar ia berjualan. 

"Saya jualan bakso keliling, setiap beli pasti dibungkus dengan plastik bening yang kecil-kecil itu. Pusing dengan kenaikan sampai 100%," ujar Muhan. 

BACA JUGA: Wanita Lansia di Jepara Meninggal, Luka Sekujur Tubuh Akibat Dibakar Mantan Menantu

BACA JUGA: Mendikdasmen Janji Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Beasiswa 150 Ribu Guru, Ini Dampaknya untuk Pendidikan



Muhan pun mengaku, ia tak berani menaikan harga jual baksonya dan lebih memilih mengurangi porsi baksonya.

Hal tersebut terpaksa Muhan lakukan, karena tak ingin kehilangan pelanggan. 

Keluhan serupa diungkap pedagang makanan siap saji dengan skala rumahan atau  UMKM. Rata-rata, dengan kenaikan harga plastik saat ini tak berani menaikan harga jual dagangan karena takut kehilangan pelanggan.

BACA JUGA: Dukung Penguatan Pasar Keuangan Domestik, BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik Kemenkeu

BACA JUGA: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang–Solo KM 478 Boyolali Terlindas Berulang Kali

Sementara, sejumlah tokoh grosir plastik mengaku harga jual plastik naik lantaran ketersediaan stok menipis dan bahan baku biji plastik yang sulit masuk ke Indonesia, imbas perang di Timus Tengah. 

Sebagai informasi, Indonesia masih mengimpor biji plastik (bahan baku plastik) terutama dari China, Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang, dan Singapura. 

Dan negara China mendominasi pasokan karena harga kompetitif, sementara Arab Saudi memasok melalui perusahaan seperti SABIC. 







Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait