“Kalau hujan deras pasti banjir. Sungainya dangkal. Harus dinormalisasi. Jembatan juga harus ditinggikan supaya sampah bisa lewat,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Soni (55), tetangganya, yang rumahnya terendam 80 sentimeter. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan.
“Jembatan sudah tidak layak. Yang tersumbat sampah harus ditinggikan. Yang putus harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Kini, Jatimulya benar-benar terbelah. Akses lumpuh, ekonomi tersendat, sekolah terganggu, dan warga masih berkutat dengan lumpur. Tanpa langkah cepat dan nyata, bukan tak mungkin bencana serupa kembali berulang saat hujan deras mengguyur lereng Gunung Slamet dan Sungai Cenang kembali mengamuk.