Dongeng di Tengah Duka, Mobil Perpustakaan Keliling Hadir di Pengungsian Padasari Tegal
TRAUMA HEALING - Sejumlah anak-anak tampak ceria saat Mobil Perpustakaan Keliling hadir di tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis (12/2/2026).--
SLAWI, diswayjateng.com – Siang itu, Kamis (12/2/2026), masa tanggap darurat di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tak lagi hanya soal logistik, selimut, atau perbaikan rumah retak. Ada yang berbeda. Ada buku-buku cerita, dongeng penuh pesan moral di tengah duka, dan suara lantang pendongeng yang menghidupkan imajinasi.
Tawa anak-anak itu pecah di sela suara angin yang masih berhembus dingin dari perbukitan Desa Padasari. Di tengah deretan tenda dan bangunan darurat pascabencana tanah gerak, boneka tangan berbentuk singa dan tikus menari-nari, memancing senyum yang sempat lama tersembunyi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Hari Nugroho, menyebut pemulihan pascabencana tak cukup hanya menyentuh fisik. Luka batin, terutama pada anak-anak, juga perlu dirawat.
“Mendongeng ini jadi media komunikasi yang menenangkan sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Membantu mengalihkan perhatian mereka dari kejadian traumatis, mengembalikan keceriaannya sekaligus menjaga motivasi belajarnya,” ujar Hari.
Sebanyak 18 personel diterjunkan. Terdiri dari pustakawan, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disperpusip, serta relawan pegiat literasi dari Tegal Book Party, Komunitas Penulis Indonesia, dan Taman Baca Masyarakat Kendalserut.
Mereka tak sekadar datang membawa empati, tetapi juga satu unit Mobil Perpustakaan Keliling dan 101 eksemplar buku cerita anak, buku mewarnai hingga novel.
Di Masjid Al Barkah, anak-anak PAUD dan TK duduk melingkar, mata mereka berbinar mengikuti kisah fabel yang dibawakan dua pendongeng. Di MDA Al-Khoeriyah, anak-anak SD diajak membaca bersama dan menjawab pertanyaan berhadiah doorprize. Sementara di Pondok Pesantren Al-Adalah 2, layanan perpustakaan menyasar remaja SMP dan SMA.
Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kabupaten Tegal, Sri Handayani, mengatakan literasi menjadi bagian dari dukungan psikososial. Buku, menurutnya, bukan sekadar bacaan.
“Buku bisa jadi media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif bagi anak-anak. Kami juga membagikan tumbler, buku tulis, crayon, serta snack dan susu untuk lebih dari 200 anak terdampak,” ujarnya.
Anak-anak tampak larut. Ada yang asyik membolak-balik halaman buku bergambar, ada yang antusias memainkan board game bersama relawan. Sesekali terdengar sorak ketika salah satu dari mereka berhasil menjawab pertanyaan tentang isi cerita.
Nabila, Sekretaris Komunitas Tegal Book Party, mengaku terharu melihat respons anak-anak.
“Senang sekali bisa lihat mereka bisa baca buku bareng di sini. Kita ajak main board game, menceritakan kembali isi buku, terus kasih doorprize. Seru banget,” ucapnya.
Ia berharap layanan seperti ini tak berhenti di lokasi bencana saja, tetapi bisa menjangkau wilayah lain di Kabupaten Tegal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: