Ratusan Ulat Bulu Berukuran Jumbo di Pohon Ketapang di Jalur Semarang-Solo Resahkan Warga Blotongan Salatiga
MENUNJUKKAN : Syaifuddin, (48), RT 02 RW VII, Grogol, Blotongan, Salatiga, saat menunjukkan keberadaan pohon berisikan ulat bulu, Senin 16 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Ratusan ulat bulu berukuran jumbo bergelantungan di pohon Ketapang di pinggir jalan Jalur Semarang-Solo, kawasan Blotongan, Kota Salatiga.
Keberadaan ratusan ulat dengan ukuran yang tak biasa ini semula terbungkus dalam sebuah Kepompong.
Proses kepompong berisi ulat bulu ini menjadi kupu-kupu inilah yang meresahkan warga yang sekitar dan pengguna jalan.
Tak jarang, ulat bulu jatuh tidak hanya ke jalan tapi juga ke pemukiman warga.
"Pohon ini selalu muncul ulat bulu, yang awalnya kepompong. Saat mau menjadi kupu-kupu, ulat buku kadang jatuh ke jalan dan rumah warga," ungkap Syaifuddin, (48), RT 02 RW VII, Grogol, Blotongan, Salatiga, yang tinggal tak jauh dari keberadaan pohon berisikan ulat bulu, Senin 16 Februari 2026.
BACA JUGA: Banjir Kiriman Meluap ke Pemukiman Warga di Domas Salatiga, Tiga Rumah Terdampak
BACA JUGA: Tembok Garasi Rumah Warga di Salatiga Ambrol, Tiga Orang Tertimbun Material Seorang Mandor Tewas di Tempat
Syaifuddin menerangkan, jika munculnya ratusan ulat bulu ini telah terjadi sejak dua musim terakhir.
Kondisi pohon yang difungsikan sebagai peneduh, saat ini daunnya rontok menyisakan dahan dan ranting saja.
Kondisi ini benar-benar membuat warga resah karena tak jarang terbawa angin kencang.

"Warga berharap, pohon ini ditebang saja. Karena sangat meresahkan," ucap Syaifuddin.
BACA JUGA: Jalur KA Tegowanu–Brumbung Sempat Terendam, KAI Pastikan Daop 4 Semarang Kini Normal
BACA JUGA: Bencana Tanah Bergerak di Desa Kajen, Polri Fokus Evakuasi dan Keselamatan Warga
Sementara, BPBD Kota Salatiga telah mendapatkannya laporan warga sekitar. Kepala BPBD Sutarto mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran dan Dinas Pertanian.
"Untuk membasminya, kami berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kota Salatiga dan Dinas Pertanian yang memiliki cairan pembasminya," terang Sutarto.
Dari pantauan, ulat bulu mulai keluar dari kepompong. Di setiap ranting dan dahan, kepompong bergelantungan dan menempel di dahan dan ranting.
Tak jarang, ulat bulu hampir berukuran jempol orang dewasa ini bergerak hingga ke jalan raya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: