Dengan dinahkodai Teguh Budi Wiyono sejak tahun 2021, sebanyak 20 relawan Peka Muria dan petani kopi menanam dan merawat pohon di kawasan lereng Muria.
“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” ujar Teguh.
Teguh menambahkan, dukungan berbagai pihak memperkuat gerakan yang telah dirintis masyarakat setempat
“Bantuan bibit sangat membantu kami memperluas penanaman. Harapannya, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” imbuh Teguh.
Untuk diketahui, ada tahun keenam penyelenggaraan OAOT, 650 peserta berkontribusi dalam penyelenggaraan OAOT memasuki tahun ke-enam.
Agenda tersebut meliputi aktivitas berlari, bersepeda dan bermedia sosial. Tercatat capaian kumulatif aktivitas bersepeda mencapai 67.941 kilometer, aktivitas lari mencapai jarak 31.051 kilometer, serta 525 konten media sosial terpublikasi pada kanal Instagram.
OAOT merupakan kegiatan tahunan dari Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling), yang bertujuan mengajak generasi muda melakukan aksi nyata peduli lingkungan.
Bekerja sama dengan kelompok tani untuk merawat bibit yang tertanam di kawasan sekitar lereng Gunung Muria Kudus, inisiatif ini diharapkan berdampak ekonomi jangka panjang bagi komunitas dan ekologis bagi lingkungan.