KUDUS, diswayjateng.id- Kawasan lereng Pegunungan Muria Kudus dikenal sebagai wilayah strategis. Sebab kawasan ini berfungsi ekologis penting, yakni kawasan resapan air dan penyangga ekosistem.
Kementerian Kehutanan pun menyebut, bahwa sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat di lereng Muria, ikut berperan menjaga keseimbangan lingkungan.
"Agroforestri juga menekan risiko erosi, sekaligus menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi, " ucap Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan, Ayi Firdaus Maturidy.
Paparan itu diungkapkan Ayi, usai penanaman 60.321 bibit multipurpose tree species di Desa Japan, Kecamatan Dawe Kudus pada Selasa (10/2/2026).
Ribuan bibit pohon ini merupakan hasil konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT) 2026. Bibit yang terkumpul dari gerakan OAOT selama dua bulan terakhir, ditanam secara bertahap di kawasan lereng Muria Kudus.
Sinergi antara BLDF, komunitas lokal dan pegiat konservasi alam, kata Ayi, sejalan dengan komitmen pemerintah mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat.
"Keterlibatan aktif masyarakat merupakan elemen kunci dalam kebijakan nasional, “ terang Ayi.
Menurut Ayi, Pegunungan Muria memiliki peran dalam ekologis dan ekonomi, namun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
"Inisiatif kolaboratif yang dilakukan di lereng Muria ini menunjukkan ketika masyarakat, komunitas dan pihak swasta bergerak bersama, upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan,” bebernya.
Di sisi lain, Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menambahkan, OAOT dirancang mempertemukan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Menurut Mutiara, OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan.
"Melalui OAOT, kami mendorong generasi muda terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Mutiara.
Dukungan BLDF tidak berhenti pada penyediaan bibit pohon saja. Namun juga melengkapi program itu dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen. Selanjutnya praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial.
"Pendekatan ini kami lakukan untuk mendukung visi para petani Kopi Muria memperkenalkan Kopi Muria kepada masyarakat luas, sehingga upaya pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal,” tandas Mutiara.
Bibit pohon konversi gerakan digital One Action One Tree 2026.--
Bak gayung bersambut, agenda BLDF ini sejalan dengan inisiatif konservasi berbasis masyarakat. Yakni yang digerakkan Yayasan Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria).