“Ketika mempunyai hipertensi, maka tidak bisa tidak harus dikontrol dengan target tertentu. Yang sekarang semakin turun sekitar 120/80,” jelasnya.
Selain kontrol tekanan darah, masyarakat juga diimbau menjaga pola hidup sehat, termasuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengelola stres, serta menjaga kualitas tidur.
Dalam kesempatan tersebut, dr Bagus juga menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi kronis dengan tekanan darah yang dinamis dan dapat berubah-ubah, dipengaruhi aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, lingkungan, hingga kepatuhan pasien terhadap terapi.
Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah harus dilakukan secara akurat, terstandar, dan berulang agar diagnosis dan evaluasi terapi lebih tepat.
“Pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan berulang menjadi kunci utama dalam diagnosis, stratifikasi risiko, serta evaluasi keberhasilan terapi hipertensi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat ukur tekanan darah yang telah tervalidasi secara klinis, serta edukasi cara pengukuran yang benar agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi hipertensi.
“Kehadiran Experience Center diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat dan tenaga kesehatan terkait pentingnya pengukuran tekanan darah sesuai standar,” lanjutnya.
Pokja Hipertensi PERKI turut mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pemantauan tekanan darah jangka panjang, sejalan dengan rekomendasi penanganan hipertensi terkini.