Banjir Jalur Kereta Api Pekalongan–Sragi Lumpuhkan Perjalanan, Menhub Turun Gunung

Rabu 21-01-2026,13:58 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

Ia juga menekankan bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab KAI, melainkan kerja bersama lintas sektor.

“Ada titik-titik yang melibatkan pemerintah daerah, provinsi, hingga kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan sungai,” katanya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa dampak banjir jalur kereta api Pekalongan–Sragi sangat signifikan bagi operasional.

Sejak 16 hingga 19 Januari 2026, KAI mencatat dua titik utama genangan air yang menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan.

Pembatalan ini dilakukan demi menjamin keselamatan penumpang di tengah kondisi prasarana yang belum sepenuhnya pulih.

“KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan,” kata Bobby.

Ia menambahkan bahwa pengajuan refund dapat dilakukan hingga tujuh hari dan saat ini telah dimanfaatkan oleh banyak pelanggan.

Selain refund, KAI juga menjalankan service recovery bagi penumpang yang mengalami keterlambatan perjalanan.

Dari sisi teknis, KAI melakukan operation recovery untuk mengembalikan keandalan prasarana secepat mungkin.

Dalam penanganan darurat, jalur rel telah ditinggikan sekitar 23 sentimeter di titik-titik terendah.

KAI merencanakan peninggian lanjutan hingga maksimal 50 sentimeter sepanjang kurang lebih 600 meter.

Pekerjaan tersebut mencakup penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya teridentifikasi mengalami cekungan.

Bobby Rasyidin menyebut progres pemulihan sudah menunjukkan hasil positif.

“Saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen dan tidak ada lagi pembatalan,” ujarnya.

Namun, sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan di sejumlah titik.

KAI berharap cuaca segera membaik agar proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat.

Kategori :